EmitenNews.com -Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings, resmi menetapkan peringkat ‘BBB’ untuk rencana penerbitan instrumen surat utang (obligasi) pemerintah Indonesia dalam mata uang Yen Jepang, atau yang lebih dikenal sebagai Samurai Bond.

Dalam laporan resminya yang dirilis di Hong Kong, Kamis (23/4/2026), Fitch menyatakan bahwa peringkat tersebut sejalan dengan Long-Term Foreign-Currency Issuer Default Rating (IDR) Indonesia yang sebelumnya telah dikonfirmasi pada level 'BBB' pada Maret 2026. Meski demikian, Fitch masih mempertahankan Outlook (proyeksi) negatif untuk Indonesia.

Fokus pada Tata Kelola dan ESG

Penyematan peringkat ini juga mempertimbangkan skor Environmental, Social, and Governance (ESG). Fitch memberikan skor relevansi '5' untuk aspek stabilitas politik, hak-hak masyarakat, serta supremasi hukum dan kualitas regulasi.

Skor tersebut merujuk pada indikator tata kelola Bank Dunia (World Bank Governance Indicators/WBGI), di mana Indonesia berada di peringkat menengah (persentil ke-44). Fitch mencatat Indonesia memiliki rekam jejak transisi politik yang damai, namun masih menghadapi tantangan pada kapasitas institusional dan tingkat korupsi.

Faktor Pemicu Perubahan Rating

Fitch menegaskan bahwa peringkat obligasi ini sangat sensitif terhadap perubahan IDR jangka panjang Indonesia. Lembaga ini menyoroti beberapa faktor risiko yang dapat memicu penurunan peringkat (downgrade), antara lain:

Makroekonomi: Munculnya kerentanan akibat pelemahan kerangka kebijakan.

Keuangan Publik: Peningkatan beban utang negara secara signifikan atau lonjakan defisit fiskal.

Keuangan Eksternal: Penurunan tajam pada cadangan devisa yang dipicu oleh melemahnya kepercayaan investor.

Di sisi lain, Fitch membuka peluang untuk memperbaiki proyeksi menjadi 'Stabil' jika pemerintah mampu menunjukkan konsistensi kebijakan dalam menjaga stabilitas makroekonomi.

"Peningkatan rasio pendapatan pemerintah terhadap PDB, misalnya melalui kepatuhan pajak yang lebih baik, akan memperkuat fleksibilitas keuangan publik dan menyetarakan Indonesia dengan negara-negara lain di kategori BBB," tulis Fitch dalam laporannya.

Langkah Strategis Pemerintah

Penerbitan Samurai Bond ini dipandang sebagai langkah pemerintah untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan dan memanfaatkan likuiditas di pasar Jepang. Dengan peringkat 'BBB' dari Fitch, surat utang ini diharapkan tetap memiliki daya tarik bagi investor global meskipun di tengah dinamika ekonomi yang menantang.