Fitch Turunkan Rating Perusahaan Asuransi Anak BUMN Ini Jadi ‘BB+(idn)
:
0
Fitch Ratings Indonesia telah menurunkan Peringkat Kekuatan Keuangan Asuransi Nasional (IFS) PT Asuransi Asei Indonesia (Asei) dari 'BBB(idn) menjadi 'BB+(idn). Foto: Fitch Ratings
EmitenNews.com - Fitch Ratings Indonesia telah menurunkan Peringkat Kekuatan Keuangan Asuransi Nasional (IFS) PT Asuransi Asei Indonesia (Asei). Bila sebelumnya peringkat Asei 'BBB(idn), diturunkan menjadi 'BB+(idn)' dan menempatkan peringkat tersebut dalam Pengawasan Peringkat Negatif (RWN).
Fitch juga menurunkan penilaian terhadap kualitas kredit mandiri Asei menjadi 'bb+(idn)' dari 'bbb(idn)'.
Asuransi Asei merupakan anak perusahaan BUMN PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) yang sebelumnya bernama PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero).
Fitch Ratings, Kamis (23/7/2026) menyatakan penurunan peringkat ini mencerminkan penurunan tajam dalam modal perusahaan asuransi dan kinerja keuangan yang lemah.
RWN mencerminkan risiko penurunan jangka pendek yang tinggi terhadap peringkat tersebut mengingat posisi modal yang lemah serta risiko ketidakpatuhan terhadap persyaratan modal minimum peraturan yang akan datang.
Fitch memperkirakan akan menyelesaikan Peringatan Peringkat (RWN) setelah ada kejelasan lebih lanjut mengenai posisi modal perusahaan, termasuk pelaksanaan rencana modal apa pun. Penyelesaian RWN dapat memakan waktu lebih dari enam bulan.
Menurut Fitch , peringkat IFS Nasional 'BB' menunjukkan kapasitas yang cukup lemah untuk memenuhi kewajiban pemegang polis relatif terhadap semua kewajiban atau penerbit lain di negara atau serikat moneter yang sama, di semua industri dan jenis kewajiban.
Penurunan Tajam Ekuitas
Perusahaan mencatat ekuitas negatif sebesar Rp305 miliar pada akhir tahun 2025 berdasarkan standar akuntansi lokal baru, PSAK 117, yang diadopsi dari IFRS 17. Perusahaan juga merevisi posisi ekuitas akhir tahun 2024 menjadi negatif Rp262 miliar berdasarkan PSAK 117, dari ekuitas positif sebesar Rp366 miliar berdasarkan standar akuntansi lama, PSAK 104.
Revisi tersebut mencerminkan cadangan yang lebih tinggi untuk bisnis asuransi kreditnya, penyesuaian cadangan dari tahun-tahun underwriting sebelumnya, dan kerugian bersih yang berkelanjutan.
Related News
Forum Bisnis RI-China, Pemerintah Buka Peluang Investasi Data Center
RI Surplus Dagang Rp103 Triliun dengan China, Kadin Ungkap Peluang Ini
Pemerintah Lelang SBSN Selasa (28/7), Target Indikatif Rp10 Triliun
Fitch Sematkan Peringkat 'AAA(idn)' Untuk Obligasi UOB Indonesia Rp2T
Analisa S&P Global Terkait Pelemahan Rupiah: Japfa, PLN, Pakuwon
MBG Hanya untuk Siswa tak Mampu, Purbaya: Potensi Hemat Anggaran





