Free Float Mini, Emiten Grup Maspion ALMI Beber Aksi Hindari Delisting
:
0
PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI), emiten produsen aluminium lembaran yang tergabung dalam Maspion Group
EmitenNews.com - PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI), emiten produsen aluminium lembaran yang tergabung dalam Maspion Group mengungkapkan perkembangan terkini dari rencana pemulihan kondisi yang menyebabkan suspensi efek.
Manajemen ALMI menyatakan masih terus menjajaki upaya terbaik untuk memenuhi jumlah minimal kepemilikan saham publik atau free float di bawah ketentuan yang menjadi penyebab suspensi. ALMI kini berada di papan pemantauan khusus.
Sebagai informasi, free float ALMI tercatat masih jauh dari ketentuan saat ini di level 15% bahkan di peraturan sebelumnya sebesar 7,5%. Hingga akhir Februari 2026, free float-nya berada di level 2,5%, relatif tidak berubah dibanding bulan sebelumnya.
Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengenakan suspensi atau penghentian sementara perdagangan efek ALMI nyaris dua tahun di seluruh pasar sejak sesi I Call Auction Rabu, 30 Oktober 2024.
Sebagai upaya untuk memenuhi ketentuan, manajemen ALMI memilih jalan untuk meningkatkan free float dengan cara menggandeng investor baru.
Namun demikian, hingga saat ini upaya tersebut belum menunjukkan perkembangan berarti. Bahkan, bisa dibilang masih jalan di tempat.
Dalam keterbukaan informasi Selasa (21/4/2026), manajemen ALMI melaporkan update penjajakan dengan dua calon investor. Investor tersebut berasal dari China dan satu lagi investor lokal.
Saat ini progresnya baru mencapai 40% dengan investor China dan 50% dengan investor lokal, sama seperti yang dilaporkan pada bulan lalu.
"Sampai saat ini Perseroan telah melakukan pendekatan dengan beberapa investor yang belum membuahkan kesepakatan, Perseroan dan pemegang saham pengendali Perseroan masih memerlukan waktu dan upaya yang paling tepat bagi Perseroan," tulis manajamen ALMI dalam keterbukaan informasi tersebut.
ALMI masuk radar pemantauan delisting atau penghapusan pencatatan saham Bursa Efek Indonesia bersama puluhan emiten lainnya. BEI merilis data emiten berpotensi delisting yang diperbarui setiap enam bulan sekali. Data emiten potensi delisting paling anyar dirilis BEI pada 30 Desember 2025.
Related News
Emiten Sawit Sinar Mas Siap Tebar Dividen Rp1,4 Triliun, Cek Jadwalnya
Jual 70 Juta Saham MPIX, Madura Investama Masih Kuasai 53,75 Persen
Laba PGEO September 2026 Naik 21,45%, Kejar Kapasitas 1 GW pada 2028
Ritsuo Lepas Jabatan Dirut Bank JTrust (BCIC), Ini Calon Penggantinya
EPAC Rights Issue 2 Miliar Saham & Angkat Noprian Fadli Jadi Komut
Penjualan Hunian di Proyek Jumbo Agung Sedayu-Salim Group Melesat 34%





