Freeport Indonesia Sebut Pembangunan Smelter di Gresik Telan Anggaran Investasi Rp25 T
:
0
EmitenNews.com - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas memperkirakan pembangunan smelter di Gresik akan menelan anggaran sebesar Rp 25 triliun hingga akhir tahun 2022.”Saat ini progresnya masih berjalan terus lebih dari 12 persen dan dari segi pembiayaannya mencapai lebih dari Rp 10 triliun,” sebut Wenasdi Manado, Jumat (18/3/2022).
Saat ini, lebih dari 2.000 tiang pancang yang ditanam dan sebagiannya sudah dalam tahapan pengecoran untuk pondasi.”Rencananya hingga akhir tahun progresnya sudah mencapai 50 persen dengan serapan anggaran berkisar Rp 25 triliun. Kita akan melanjutkan pembangunan sesuai komitmen,” katanya.
PTFI memperkirakan proyek pembangunan smelter ini akan diselesaikan pada tahun 2024 mendatang sesuai dengan perencanaan.”Membangun smelter ini adalah komitmen kami, dan kita harus menyelesaikannya. Pembangunan on the track dan tidak ada kendala,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo melakukan groundbreaking pembangunan smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, pada Oktober lalu. Smelter dengan nilai investasi mencapai Rp 42 triliun rupiah dibangun di atas lahan seluas 100 hektare, dan akan menjadi smelter single line terbesar di dunia dengan kapasitas desain 1,7 juta ton konsentrat per tahun.
Peresmian ini menandai dimulainya tahap konstruksi smelter, setelah sejumlah tahapan dilakukan termasuk Front-End Engineering Design, reklamasi dan penguatan lahan, serta rekayasa detail yang sudah dimulai sejak akhir 2018. Peresmian ini menegaskan komitmen PTFI untuk membangun smelter, sesuai dengan kesepakatan divestasi tahun 2018.
Related News
Tembaga Rekor USD6,6 Per Pon, Sinyal Positif Emiten Tambang
Efek Hormuz Tekan Bunga Fed, Emas Antam Turun Rp4.000
Rilis Obligasi S$750 Juta, Temasek Patok Bunga 2,65%
Kemajuan di Selat Hormuz Redam Kenaikan Harga Emas Dunia
Jualan EV Turun, Laba Toyota Tetap Naik Efek Depresiasi Yen
Optimis Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Turun Dekati USD75





