EmitenNews.com - Cakra Buana Resources Energi (CBRE) tahun lalu mencatat laba Rp7,49 miliar. Melambung 172 persen dari periode sama 2021 sebesar Rp2,75 miliar. Namun, laba per saham dasar emiten besutan suami Puan Maharani, Happy Hapsoro tersebut merosot menjadi Rp3,42 dari Rp5,51. 


Pendapatan terakumulasi Rp32,95 miliar, melesat 215 persen dari episode sama 2021 sebesar Rp10,45 miliar. Beban pokok pendapatan bengkak 98 persen menjadi Rp18,07 miliar dari edisi sama 2021 sejumlah Rp9,12 miliar. Laba kotor Rp14,87 miliar, meroket 1.018 persen dari periode sama 2021 sejumlah Rp1,33 miliar. 


Total beban usaha Rp6,14 miliar, bengkak 19 persen dari periode sama 2021 sebesar Rp5,14 miliar. Beban terbesar dari umum dan administrasi Rp5,31 miliar, bengkak 279 persen dari edisi sama 2021 sebesar Rp1,40 miliar. Beban usaha lainnya Rp828,04 juta, drop 122 persen dari fase sama 2021 untung Rp3,67 miliar. 


Laba usaha Rp8,73 miliar, melejit 137 persen dari periode sama 2021 sebesar Rp3,67 miliar. Biaya keuangan neto Rp837,17 juta, bengkak 403 persen dari periode sama 2021 sebesar Rp166,17 juta. Laba sebelum beban pajak penghasilan Rp7,89 miliar, surplus 125 persen dari episode sama 2021 sejumlah Rp3,50 miliar. 


Jumlah ekuitas Rp91,32 miliar, melambung 6.818 persen dari posisi akhir 2021 sebesar Rp1,32 miliar. Total liabilitas Rp38,60 miliar, susut 55 persen dari episode sama akhir 2021 sejumlah Rp85,90 miliar. Jumlah aset Rp129,92 miliar, melejit 48 persen dari periode sama akhir 2021 sebesar Rp87,23 miliar. (*)