EmitenNews.com - PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) mengumumkan rencana pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement kepada Danantara Indonesia Management (DAM) dalam rangka restrukturisasi keuangan dan penyehatan struktur permodalan perseroan.

Dalam prospektus yang diterbitkan Senin malam (6/10) disebutkan, aksi korporasi ini akan dilakukan melalui dua skema, yakni setoran modal tunai dan konversi pinjaman pemegang saham menjadi saham baru.

Nilai keseluruhan transaksi PMTHMETD ini mencapai sekitar USD1,846 miliar atau sekitar Rp30,6 triliun yang terdiri dari setoran tunai sebanyak-banyaknya USD1,441 miliar dan konversi pinjaman pemegang saham sebesar USD405 juta. 

Direktur Utama Garuda Indonesia, Cahyadi Indrananto, dalam keterangannya menjelaskan bahwa langkah ini merupakan kelanjutan dari restrukturisasi penyelamatan yang telah dilakukan pada tahun 2022, yang berhasil menurunkan nilai utang serta memperbaiki ekuitas perusahaan.

“Namun, meskipun restrukturisasi telah berjalan, Perseroan masih menghadapi sejumlah tantangan seperti belum terealisasinya rights issue tahap II, ekuitas yang belum positif, serta meningkatnya biaya perawatan pesawat,” jelasnya.

Tujuan dan Penggunaan Dana

Manajemen Garuda Indonesia menyebutkan bahwa pelaksanaan PMTHMETD bertujuan untuk:

Memperbaiki nilai ekuitas perseroan secara konsolidasi.

Meningkatkan likuiditas dan memperkuat struktur permodalan.

Mengurangi liabilitas dan memperkuat keberlanjutan usaha Garuda dan entitas anak di masa depan.