Garuda Indonesia Kemplang Anak Usaha Bank Mandiri (BMRI) Rp26,55 Miliar, Tilik Efeknya
:
0
EmitenNews.com - PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) belum bisa membayar pembagian hasil Efek Beragun Aset (EBA) kelas A Kontrak Investasi Kolektif (KIK) EBA GIAA01. Padahal, pembayaran jatuh tempo hari ini, Rabu 27 Oktober 2021.
Seharusnya, anak usaha Bank Mandiri (BMRI) itu, telah menerima pembayaran dari Garuda Indonesia (GIAA) sejumlah Rp26,55 miliar, pada Jumat, 22 Oktober 2021 lalu. Namun, faktanya hingga detik ini, pembayaran tersebut belum dilakukan emiten aviasi tersebut.
Manajemen MMI menyebut berdasar informasi mutasi rekening KIK EBA Mandiri GIAA01 dari PT Bank Maybank Indonesia, selaku Bank Kustodian KIK EBA Mandiri GIAA01 per 25 Oktober 2021, KIK EBA Mandiri GIAA01 belum memperoleh penyerahan pendapatan penjualan tiket dari Garuda.
Menyusul belum diterimanya pendapatan penjualan tiket dari collection agent itu, MMI belum bisa membayar hasil Investasi EBA Kelas A periode ke-14 KIK EBA GIAA01. PT Mandiri Manajemen Investasi, sebagai Manajer Investasi Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Mandiri GIAA01– surat berharga hak atas pendapatan penjualan tiket.
Informasi itu disampaikan manajemen MMI, merujuk peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 31/POJK.04/2015 tentang keterbukaan atas informasi atau fakta material oleh emiten atau perusahaan publik. (*)
Related News
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?





