Generali Indonesia Hadirkan GEN Syariah Perlindungan Aman
Direksi dan manajemen Generali Indonesia, Rebecca Tan selaku President Director and CEO (ketiga dari kiri), Jutany Japit selaku Director and Chief Agency Officer (kedua dari kiri) dan Suzwamela Zawawi selaku Operations Group Head (ketiga dari kanan) bersama Dr. H. Asep Supyadillah, M.Ag selaku Ketua Dewan Pengawas Syariah Generali Indonesia (paling kanan), H. Prima Hadi Putra, ST. M.Com selaku Direktur Lembaga Pengembangan dan Investasi Wakaf Dompet Dhuafa (kedua dari kanan) dan Akhmad Fadli sebagai Actor, TV Host dan Public Figure (paling kiri) saat peluncuran produk GEN Syariah Perlindungan Aman pada hari ini, Selasa 3 Maret 2026 di Jakarta. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Masyarakat Indonesia menghadapi tekanan biaya hidup terus meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat standar hidup layak nasional naik 3,71 persen pada 2024, dengan tren kenaikan sejak 2022. Kenaikan itu, dipicu lonjakan bahan pokok —dengan inflasi pangan mencapai 4,58 persen pada 2025—, lonjakan biaya energi, dan transportasi.
Saat ini, inflasi tercatat 2,92 persen pada Desember 2025, lalu naik menjadi 3,55 persen pada Januari 2026, menunjukkan tekanan harga belum sepenuhnya mereda. Berbagai lembaga internasional memproyeksi inflasi Indonesia akan bertahan di kisaran 2–2,5 persen hingga 2030, sehingga risiko kenaikan harga diperkirakan berlanjut secara bertahap dalam jangka panjang.
Nah, di tengah tantangan ekonomi itu, sektor keuangan syariah menunjukkan perkembangan positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan kinerja industri jasa keuangan syariah tumbuh positif pada 2025, dan dibarengi aset asuransi syariah juga terus bertumbuh. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 mencatat tingkat literasi keuangan syariah pada 2025 sebesar 43,42 persen dari sebelumnya 39,11 persen, dengan inklusi 13,41 persen sehingga masih ada kesenjangan antara pemahaman dan akses masyarakat terhadap produk syariah.
Dalam kondisi ekonomi penuh ketidakpastian dari tahun ke tahun—baik akibat fluktuasi inflasi, tekanan harga barang pokok, maupun naiknya biaya energi—peran instrumen keuangan syariah sebagai penyokong kesejahteraan menjadi semakin relevan. Salah satu potensi terbesar datang dari sektor wakaf uang. Di mana, Badan Wakaf Indonesia (BWI) memperkirakan potensi wakaf uang nasional mencapai Rp181 triliun per tahun.
Namun saat ini, realisasi penghimpunan dana wakap baru sekitar Rp3,5 triliun, atau kurang dari 2 persen dari total potensi tersebut. Memahami kondisi, menilik potensi, dan menjawab kebutuhan proteksi masyarakat, Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) menghadirkan GEN Syariah Perlindungan Aman. GEN Syariah Perlindungan Aman merupakan produk perlindungan jiwa berbasis syariah yang memberikan manfaat bertumbuh, bertambah, dan berkah.
Bertumbuh dengan memberikan nilai santunan asuransi atau warisan bertumbuh hingga 250 persen, yang akan meningkat secara berkala setiap 5 tahun selama masa asuransi. Ini merupakan solusi perlindungan dari potensi kenaikan biaya hidup atas inflasi yang mungkin terjadi di setiap tahunnya. Bertambah yaitu 110 persen manfaat tambahan santunan asuransi jika peserta meninggal dunia saat menjalankan Ibadah Haji atau Umrah. Berkah karena memiliki fitur wakaf untuk memudahkan nasabah berbagi kebermanfaatan dunia dan akhirat.
Selain itu, GEN Syariah Perlindungan Aman dapat dilengkapi asuransi tambahan kesehatan yang memberikan penggantian biaya perawatan rumah sakit seperti rawat inap, rawat jalan, dan lain-lain. Dengan berbagai fitur itu, masyarakat dapat memiliki ketenangan untuk memastikan keluarganya tetap terlindungi, memiliki warisan yang terus bertumbuh, sekaligus membuka kesempatan untuk berbuat kebaikan melalui wakaf secara lebih mudah, aman, dan sesuai prinsip syariah.
Terkait fitur wakaf, kontribusi wakaf dari nasabah akan disalurkan melalui nazir atau badan hukum berwenang mengelola, dan menyalurkan wakaf. Di mana, Generali Indonesia bekerja sama dengan Dompet Dhuafa. Dilakukan pada momentum bulan suci Ramadan 1447 H, peluncuran GEN Syariah Perlindungan Aman dilakukan direksi dan manajemen Generali Indonesia, Rebecca Tan President Director and CEO, Jutany Japit Director and Chief Agency Officer, Suzwamela Zawawi Operation Group Head, bersama H. Prima Hadi Putra Direktur Lembaga Pengembangan dan Investasi Wakaf Dompet Dhuafa, dan Akhmad Fadli (Aktor, TV Host and Public Figure) pada Selasa, 3 Maret 2026 di Jakarta.
Rebecca mengungkapkan, saat potensi makin tinggi biaya hidup, masyarakat butuh perlindungan fleksibel, dan adaptif untuk menjawab tantangan ini. Oleh karena itu, Generali Indonesia menghadirkan GEN Syariah Perlindungan Aman untuk memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki perlindungan kuat secara finansial dan selaras dengan prinsip syariah.
”Kami ingin setiap keluarga memiliki peace of mind dalam menjalani kehidupan, ibadah, sekaligus bisa berbagi untuk kebermanfaatan bagi banyak orang. Melalui langkah baru ini, kami menegaskan komitmen untuk terus berinovasi, dan mewujudkan visi Empowering Lives and Dreams bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tegas Rebecca.
GEN Syariah Perlindungan Aman dipasarkan melalui ribuan tenaga pemasar seluruh Indonesia, yang telah berlisensi syariah dari Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), dan secara profesional siap membantu para nasabah memiliki solusi proteksi sesuai dengan kebutuhan tiap nasabah. Para tenaga pemasar ini didukung dengan aplikasi iPropose untuk kemudahan konsultasi online, menganalisis kebutuhan proteksi hingga melakukan pembayaran kontribusi pertama secara online, serta proses yang singkat, aman dan terverifikasi.
“Kehadiran GEN Syariah Perlindungan Aman merupakan wujud nyata komitmen Generali Indonesia dalam memberikan perlindungan yang relevan dengan seluruh kebutuhan nasabah masa kini. Kedepannya, kami akan terus menghadirkan berbagai inovasi dan terobosan untuk memastikan setiap nasabah mendapatkan solusi terbaik di setiap tahap kehidupan mereka. Dengan semangat sebagai Lifetime Partner, Generali tidak hanya menghadirkan solusi terbaik, tetapi juga mendampingi dalam jangka panjang, memberikan rasa aman, dan ketenangan bagi keluarga Indonesia.” tutup Rebecca. (*)
Related News
Ada Perusahaan Hashim Djojohadikusumo Dalam Proyek Anambas Kepri
Produktivitas Meningkat, Realisasi RoA PTPN IV PalmCo Capai 7,9 Persen
Inflasi Februari 2026 0,68 Persen, IHK Tahunan Jadi 4,76 Persen
Laju Terhenti, Harga Emas Antam Turun Rp13.000 Per Gram
BI Optimalkan Kredit Pangan Jaga Stabilitas Harga Jelang Idulfitri
Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Catat Surplus USD0,95 Miliar





