GLOB Beber Potensi Bisnis Ekonomi Hijau
Bisnis sampah berkelanjutan menjadi incaran dengan potensi tidak kecil. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Globe Kita Terang (GLOB) beberapa tahun terakhir telah melakukan transformasi usaha dari perdagangan telepon seluler ke bisnis gaya hidup. Saat ini, perseroan dan anak usaha yaitu Herbal Globe Natural (HGN) tengah mempersiapkan langkah-langkah untuk mengembangkan bisnis ekonomi hijau bidang waste management alias teknologi olah sampah sirkular (TOSS), dan perdagangan pupuk organik.
TOSS merupakan salah satu inisiatif bisnis ekonomi hijau menjadi fokus perseroan dengan kegiatan utama mengolah sampah organik dari industri maupun rumah tangga menjadi bahan pupuk organik, dan bahan protein untuk pakan hewan. Peluang bisnis TOSS menjadi salah satu solusi hijau, dan menguntungkan atas peningkatan sampah organik dimana-mana, sesuai program kerja pemerintah untuk mengelola sampah, dan mengkonversi sampah menjadi bersifat ekonomis.
Saat ini, perseroan telah membentuk organisasi untuk menjalankan skala percontohan, dan proyek percontohan tersebut sudah berjalan di Kranggan, Bekasi. Perseroan bekerja sama dengan pemilik lokasi untuk mengelola sampah organik menggunakan teknologi BSF, dan solusi bio-tech lainnya untuk menghasilkan bahan pupuk organik, dan pakan hewan.
Dalam waktu dekat, perseroan merencanakan untuk membuka lokasi-lokasi berikutnya. Di mana, beberapa lokasi calon TOSS sedang dalam proses evaluasi, bersamaan dengan itu, tim terus melakukan studi atas lokasi baru. ”Bisnis ekonomi hijau dikembangkan untuk meningkatkan kinerja, dan diharap mulai berkontribusi pada pendapatan pada 2026,” tukas Sugiono Wiyono Sugialam, Direktur Utama Globe Kita Terang.
Manajemen menilai potensi pasar pengelolaan sampah organik di Indonesia masih sangat besar. Itu didorong peningkatan volume sampah, dan kebutuhan akan solusi pengolahan lebih berkelanjutan. Selain itu, dukungan kebijakan pemerintah terhadap pengelolaan sampah lebih baik (mengonversi sampah menjadi energi, pupuk, dan pakan hewan) turut memperkuat prospek pertumbuhan industri ini.
Nah, dari sisi kompetisi, perseroan menilai pasar masih bersifat terfragmentasi dengan pelaku berskala besar atau sangat kecil, sehingga memberi ruang bagi perseroan untuk masuk, dan berkembang secara bertahap. Untuk dapat bersaing dengan pelaku lebih dahulu beroperasi, perseroan menyiapkan strategi yang fokus pada pengolahan sampah organik dengan teknologi BSF, dan solusi bio-tech lainnya. (*)
Related News
Saham NETV Masih Ngotot Naik Usai Disorot Bursa, Ikuti Jejak FILM?
Ngegas Usai Suspensi, Ini Pembelaan Bos Emiten Sawit (NSSS)
Likuidasi BCA Finance, Ini Penjelasan BBCA
Jual Murah, Pengendali NELY Lepas Jutaan Lembar
Memburuk! Kuartal III 2025 PTMP Boncos 201 Persen
Pasang Badan, Bos SULI Gelontor Pinjaman Miliaran Rupiah





