Saham NETV Masih Ngotot Naik Usai Disorot Bursa, Ikuti Jejak FILM?
Gedung NET TV tampak dari bagian luar. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan saham PT MDTV Media Technologies Tbk. (NETV) salah satu anak usaha hasil akuisisi PT MDTV Entertainment Tbk. atau FILM dalam pengawasan khusus (Unusual Market Activity/UMA) menyusul penguatan harga saham yang terbilang agresif dalam waktu singkat.
Dalam sepekan, saham ini tercatat telah merangsek naik hingga 14,29 persen atau naik 22 poin dari harga sebelumnya Rp154, sementara secara bulanan menguat hingga 41,94 persen dari posisi Rp124 pada 5 Desember 2025, lalu dalam triwulan terakhir mencatatkan kenaikan hingga 38,58 persen dari harga sebelumnya Rp127 pada awal Oktober 2025.
Pascaterbit pengumuman UMA, Senin (5/1/2026) harga saham NETV kian menanjak, menguat setinggi 22,73 persen atau naik 40 poin ke level Rp216.
Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A., menegaskan bahwa pengumuman UMA bertujuan memberikan perlindungan kepada investor.
Pande memaparkan bahwa pengawasan dilakukan agar investor memperhatikan secara cermat pola transaksi saham yang mengalami pergerakan harga tidak wajar, serta keputusan pengawasan UMA tersebut juga mulai berlaku efektif mulai Senin ini (5/1/2026).
Baca Juga: Harganya Melesat Hingga Rp11.700, FILM Terjerat Suspensi Sebulan
Sebagai catatan, saham FILM, induk dari NETV ini disuspensi khusus di Pasar Reguler seiring pengumuman status Efek Tidak Dijamin (ETD) oleh Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan BEI. Perdagangan terakhirnya Selasa (30/12), saham FILM digoreng hingga melesat 12,84 persen atau naik 1.650 poin ke level psikologis Rp14.500.
Direktur Utama KPEI, Iding Pardi dikutip Minggu (28/12/2025), menjelaskan bahwa penetapan ETD dilakukan berdasarkan atas, “Sesuai POJK, kami punya kriteria tersendiri untuk menetapkan Efek Tidak Dijamin. Faktor penentunya antara lain pola dan volume transaksi (tidak wajar), fluktuasi harga, hingga siapa saja nasabah atau pihak yang aktif (berkontribusi dalam naiknya harga tersebut).”
Related News
Free Float MORA Meledak Usai Cerai dari XL dan Ditempel Sinar Mas
BCA Sedang Buyback Rp5T, Begini Gerak BBCA Sejak 22 Oktober 2025
BSD Siap Tebar Pembayaran Bunga Obligasi dan Imbal Hasil Sukuk Rp7,5M
Serok NFCX, 1 Inti Dot Com Rogoh Rp12,09 Miliar
2 Tahun Menjabat, Bos GDYR Ini Ungkap Ingin Mundur dari Kursi Direksi
Emiten Prajogo (TPIA) Ungkap Aksi Baru, Simak Rinciannya





