Going Concern Dipertanyakan, BEI Suspensi Saham DEAL di Seluruh Pasar
Ilustrasi real time running trade perdagangan saham.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memperpanjang blokade jalan perdagangan saham PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL). Perpanjangan penghentian tersebut dilakukan menyusul adanya ketidakpastian terhadap kelangsungan usaha (going concern) perseroan.
Dalam pengumuman bursa dikutip Kamis (12/3/2026), suspensi saham DEAL kini diberlakukan di seluruh pasar. Kebijakan tersebut mulai efektif sejak sesi I pasar non-reguler perdagangan Periodic Call Auction pada Selasa, 10 Maret 2026, dan akan berlangsung hingga terdapat pengumuman lebih lanjut dari BEI.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono menjelaskan bahwa keputusan penghentian sementara perdagangan saham Rp6 perak itu dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap investor serta untuk menjaga perdagangan efek tetap berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien.
“Keputusan tersebut mulai efektif diberlakukan pada Selasa (10/3) pada sesi I perdagangan Periodic Call Auction dan akan berlangsung hingga pengumuman Bursa lebih lanjut,” jelasnya.
Saat ini saham DEAL juga tercatat berada di Papan Pemantauan Khusus, yaitu papan perdagangan yang diperuntukkan bagi emiten dengan kondisi tertentu sehingga memerlukan perhatian lebih dari investor.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, BEI turut mengimbau para investor dan pihak berkepentingan lainnya untuk mencermati setiap keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan mengenai perkembangan kondisi perusahaan.
Sebagai informasi, PT Dewata Freightinternational Tbk merupakan perusahaan logistik yang berdiri pada 14 Januari 1995 di Denpasar, Bali. Perseroan bergerak di bidang ekspedisi kargo laut, termasuk ekspedisi muatan umum dan muatan berat, serta menyediakan layanan truk, ekspor-impor, peti kemas, transportasi alat berat, hingga jasa kepelabuhanan.
Perseroan mencatatkan sahamnya di BEI melalui IPO pada 9 November 2018 sebanyak 300 juta saham atau setara 26,79 persen dari modal disetor penuh dengan harga penawaran Rp150 per saham. Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan menghimpun dana Rp45 miliar dengan PT Erdikha Elit Sekuritas bertindak sebagai penjamin emisi utama.
Related News
Bank Pakai Tenaga Kerja Asing? Ini Aturan Baru dari OJK
Komisi XI Setujui 5 Nama Pimpinan OJK, Ketua Friderica Widyasari Dewi
Skema FCA Dikritik, DPR Minta OJK-BEI Evaluasi Papan Pemantauan Khusus
Esok Bos OJK akan Diumumkan Usai Uji Kelayakan di DPR, Cek Calonnya
Rawan Penyelewengan, OJK Wajibkan Dana IPO Disimpan di Rekening Khusus
Berikut Kegiatan Operasional BI Selama Libur Idulfitri 2026





