GOTO Bantah Isu Escrow Fund & Buyout USD300 Juta di Singapura
GOTO ketika mencatatkan sahamnya di BEI.
EmitenNews.com - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) akhirnya angkat bicara menanggapi ramainya spekulasi di media mengenai rencana merger antara perusahaan dengan Grab keberadaan escrow fund senilai USD 300 juta di Singapura.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (11/11/2025), manajemen GoTo menegaskan bahwa isu merger dan keberadaan escrow fund senilai USD 300 juta di Singapura tidak benar dan bersifat menyesatkan.
“Perseroan menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan,” tulis manajemen GoTo dalam keterangannya yang ditandatangani oleh R.A. Koesoemohadiani, Direktur dan Sekretaris Perusahaan GoTo.
GoTo menyampaikan klarifikasi ini sesuai dengan ketentuan Peraturan OJK No.31/POJK.04/2015 dan Peraturan BEI No. I-E tentang kewajiban penyampaian informasi.
Manajemen juga menegaskan bahwa rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar 25 November 2025 tidak terkait dengan aksi korporasi atau merger apa pun, melainkan merupakan bagian dari praktik good corporate governance.
“Penyelenggaraan RUPSLB merupakan bagian dari tata kelola perusahaan yang baik dan tidak perlu menimbulkan kekhawatiran,” tulis manajemen.
GOTO menegaskan manajemen mengimbau masyarakat dan media agar bijak menyikapi rumor serta hanya mengandalkan informasi resmi dari perusahaan.
“Fokus Perseroan saat ini tetap pada eksekusi strategi bisnis untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh ekosistem GoTo,” lanjut manajemen.
Sebagai perusahaan teknologi yang lahir di Indonesia, GoTo menyatakan akan terus mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat ekosistem digital nasional secara efisien, adil, dan berkelanjutan bagi mitra pengemudi, UMKM, dan konsumen di seluruh Tanah Air, tulis manajemen.
Related News
Makin Bengkak, GOTO Akumulasi Rugi Rp215,33 Triliun
Simak! Ini Jadwal Dividen ELPI Rp17 per Lembar
Pendapatan Naik, Laba MAHA 2025 Terkikis 18 Persen
ADRO Buyback Rp4 Triliun, Izin Investor 17 April
Jadi Sorotan BEI, TRIN Beber Manuver Keponakan Prabowo
Akhiri 2025, Laba dan Penjualan HMSP Kompak Melorot





