Grup Bakrie Perluas Kemitraan, BIPI dan ENRG Teken Kontrak Baru!
:
0
Kawasan operasional industri migas milik emiten PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG). Foto: ENRG.
EmitenNews.com - Usai masuknya Bakrie Capital Indonesia ke lingkungan shareholder 5 persen saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) pada 24 Februari lalu, kini emiten migas berkode BIPI itu menandatangani nota kesepahaman terkait kemitraan penyaluran dan pemanfaatan gas bumi dengan entitas Grup Bakrie yakni, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) pada 9 Maret 2026.
Corporate Secretary BIPI, Kurniawati Budiman dalam keterangan tertulis, Rabu (11/3) menyampaikan bahwa MoU tersebut menjadi kesepahaman awal bagi kedua belah pihak untuk menjajaki peluang kerja sama pemanfaatan gas bumi yang dikelola oleh ENRG.
“MoU ini merupakan kesepahaman awal antara Perseroan dan PT Energi Mega Persada Tbk. (EMP) untuk menggali peluang kerja sama dalam rangka penyaluran dan pemanfaatan gas bumi yang dikelola oleh EMP,” ujar Kurniawati.
Melalui kerja sama tersebut, perseroan berpotensi memperoleh pasokan gas bumi yang akan digunakan sebagai bahan baku produksi Liquefied Natural Gas (LNG) melalui fasilitas mini LNG plant milik entitas anak BIPI. Salah satu fasilitas tersebut berada di Wunut, Kabupaten Sidoarjo.
Selain itu, kerja sama juga membuka peluang pengembangan pemanfaatan gas bumi di wilayah lain, termasuk Batam dan Aceh, seiring ekspansi portofolio bisnis energi perseroan.
Kurniawati menjelaskan penandatanganan nota kesepahaman ini belum memberikan dampak langsung terhadap kondisi keuangan perseroan, namun diharapkan dapat membuka peluang pengembangan bisnis LNG di masa mendatang.
Ia juga menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak termasuk transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam POJK No.42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
“Kami menambahkan BIPI tidak memiliki hubungan afiliasi dengan EMP sebagaimana sesuai regulasi OJK dalam POJK No.42/POJK.04/2020,” ujar Kurniawati.
Related News
Siap-Siap! MPPA Rights Issue Rp1,19 Triliun, MLPL Jadi Standby Buyer
PEGE dan COCO Klarifikasi Volatilitas Saham, Rights Issue Berproses
PGEO-PLN Sepakati Tarif Listrik Proyek PLTP Lahendong 15 MW, COD 2028
Merdeka Battery (MBMA) Kantongi Peringkat Single A dari Pefindo
MEJA Bakal Bagi Saham Bonus, Kapan Jadwalnya?
RICY Keluar dari Jerat FCA, Sahamnya Ngacir hingga Mentok!





