Grup Salim Lewat DNET Suntik Modal Rp40 Miliar ke Emiten KFC (FAST)
:
0
Ilustrasi PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) Mendapat suntikan dana sebesar Rp40 miliar. Dok. KFC.
EmitenNews.com - PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) Mendapat suntikan dana sebesar Rp40 miliar. Dana untuk entitas asosiasi pengelola gerai KFC itu, disuntikkan oleh Grup Salim, melalui PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET). Dengan aksi korporasi itu, kepemilikan Perseroan pada FAST akan meningkat menjadi 37, 51 persen.
Grup Salim menyalurkan dana itu, dalam rangka Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) pada tanggal 28 Mei 2025.
"Perseroan telah melakukan setoran modal sebesar Rp40.000.000.050 kepada entitas asosiasi Perseroan yaitu FAST." Demikian tulis manajemen melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti dikutip Senin (2/6/2025).
Private placement oleh FAST itu dilakukan dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 533.333.334 saham baru dengan harga pelaksanaan sebesar Rp150 per lembar saham.
Dalam hal ini perseroan akan mengambil bagian sebanyak 266.666.667 lembar saham. Dengan demikian kepemilikan Perseroan pada FAST akan meningkat sebanyak 1,67% dari semula 35,84% menjadi 37, 51%.
Penting diketahui, setoran modal kepada FAST ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
Hasil dari aksi korporasi tersebut nantinya akan digunakan untuk keperluan modal kerja Perseroan dan dapat mendukung perkembangan Perseroan di masa mendatang.
Manajemen mengungkapkan, private placement dilakukan dalam rangka perbaikan posisi keuangan, sehubungan dengan kondisi Perseroan saat ini yang mempunyai modal kerja bersih negatif dan mempunyai liabilitas melebihi 80% dari aset.
Data yang ada menunjukkan, per 31 Mei 2025, PT Gelael Pratama menggenggam 40% saham FAST dan Salim melalui PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) memiliki 35,84% saham FAST.
Lalu, sisanya atau sebanyak 7,9% dimiliki oleh BBH luxembourg S/A Fidelity FD Sicav, FD FDS PAC FD, publik dengan kepemilikan di bawah 5% sebanyak 16,32%, dan saham treasuri 0,08%. ***
Related News
Pendapatan Naik, PYFA Pangkas Rugi Hingga 99,4 Persen Per Juni 2026
TPIA Jelaskan Penurunan Laba, H1-2025 Didorong Keuntungan Sekali Saja
Sales Rp65T, Core Profit INDF Naik meski Laba Bersih Tertekan Kurs
Naik 6,8 Persen, Bank Neo (BBYB) Cetak Laba Bersih Rp294,85 Miliar
Terus Ciptakan Nilai Tambah, SBMA Perkuat Transformasi Keberlanjutan
Akselerasi Transformasi TLKM 30, Raih Pendapatan Konsolidasi Rp75,9T





