Grup Sinarmas (DSSA) Stock Split Rasio 1:25
Suasana pertambangan besutan Dian Swastatika Sentosa. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Dian Swastatika (DSSA) bakal melakukan stok split alias pemecahan nominal saham. Stock Split dilakukan dengan rasio 1:25. Dengan demikian, nilai nominal saham Grup Sinarmas itu, akan menjadi Rp1 dari saat ini Rp25.
Nah, kalau mengacu harga saham perseroan sesuai penutupan perdagangan kemarin, Rp94 ribu per helai, setelah stock split, saham perseroan akan menjadi Rp3.760 per eksemplar. Stock Split dilakukan dengan sejumlah alasan. Harga saham perseroan saat ini relatif tinggi.
Kondisi itu, menyebabkan nilai pembelian untuk satu lot saham perseroan hanya terjangkau oleh sebagian kecil investor, sehingga berdampak pada keterbatasan likuiditas perdagangan saham perseroan. Oleh karena itu, perseroan berharap stock split menjadi opsi terbaik, dan memberi manfaat sebagai berikut.
Meningkatkan jumlah lembar saham beredar, sekaligus menjadikan harga per lembar saham lebih terjangkau bagi berbagai kalangan investor. Menjangkau basis investor lebih luas, sehingga dapat menambah jumlah pemegang saham, dan memperkuat struktur kepemilikan saham perseroan.
Mendorong peningkatan volume perdagangan saham, sehingga likuiditas saham di pasar dapat menjadi lebih baik. Menciptakan persepsi lebih positif terhadap prospek, kinerja, dan mendukung pertumbuhan nilai perseroan.
Perseroan meyakinkan pelaksanaan stock split tidak akan mengubah hak atau nilai kepemilikan saham investor. Jumlah dan harga saham akan disesuaikan secara proporsional sesuai rasio stock split, sehingga tetap mencerminkan nilai ekonomi yang setara sebelum stock split.
Struktur kepemilikan saham tetap terjaga, dan harga per saham menjadi lebih terjangkau. Nah, seluruh rangkaian rencana itu, akan dimintakan izin kepada pemodal dalam rapat umum pemegang saham pada Rabu, 11 Maret 2026 mendatang. (*)
Related News
Prospek Positif, Direktur Utama Borong 19,7 Juta Saham NEST
Saham Meroket 959 Persen, Begini Penjelasan Tirta Mahakam (TIRT)
Lego 443,76 Juta Lembar, Pengendali BULL Raup Rp207,68 Miliar
TBIG Lanjutkan Buyback Saham Rp360 Miliar
Kebut Tol Japek II, JSMR Tawarkan Obligasi Rp2,06 Triliun
Beda Nasib Saham CUAN dan BRPT Usai Blusukan Prajogo Pangestu





