Permintaan Nikel Menguat Bawa Laba DKFT 2025 Melejit 38,44 Persen
:
0
Potret aktivitas operasional Perseroan PT Central Omega Resources Tbk. (DKFT). Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - PT Central Omega Resources Tbk. (DKFT) mencatatkan lonjakan laba bersih terkonsolidasi sepanjang 2025, seiring kuatnya permintaan pasar atas komoditas nikel. Berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit terbit pada Selasa (17/3/2026), laba bersih terkonsolidasi di 2025 mencapai Rp574,39 miliar, tumbuh 38,44 persen secara year on year (YoY) dibandingkan 2024 sebesar Rp414,90 miliar.
Perseroan membukukan pendapatan Rp1,58 triliun, meningkat 7,87 persen YoY. Sementara laba usaha melonjak lebih tinggi yakni 46,61 persen YoY mencapai angka Rp550,01 miliar.
Kinerja ini ditopang oleh pertumbuhan volume penjualan nikel yang naik 16,60 persen YoY menjadi 3,03 juta ton, di tengah produksi yang relatif stabil di kisaran 2,92 juta ton. Lalu sisi profitabilitas inti, EBITDA juga menguat 37,07 persen YoY menjadi Rp769,61 miliar.
Direktur Perseroan, Feni Silviani Budiman, menyatakan capaian ini merupakan hasil kombinasi strategi ekspansi pasar dan disiplin operasional yang konsisten.
“Pencapaian ini adalah hasil sinergi antara penetrasi pasar yang agresif dan efisiensi operasional yang ketat. Strategi ini terbukti efektif dalam mengoptimalkan profitabilitas serta memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Feni.
Total aset DKFT per 31 Desember 2025 naik 21,58 persen YoY menjadi Rp3,09 triliun, sementara ekuitas melonjak 44,60 persen YoY menjadi Rp1,23 triliun. Perseroan berseraya menjaga momentum pertumbuhan ke depan di tengah dinamika harga komoditas global.
Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini pada perdagangan Selasa (17/3) saham DKFT tercatat menguat 5,04 persen naik 35 poin di Rp730.(*)
Related News
Sudahi Kuartal I, Laba ADRO Melambung 67,08 Persen
Kuartal I 2026, MEDC Raup Laba USD67 Juta, Melejit 291 Persen
SCMA Catat Laba Rp307,63 Miliar, Melejit 100 Persen Kuartal I 2026
Kinerja URBN Tertekan, Rugi Membengkak ke Rp174 Miliar
Pantau! Ini Sederet Keputusan Penting Investor Untuk CBUT
Pyridam Farma (PYFA) Raih Restu Aksi Korporasi dari Pemegang Saham





