Hadapi Turbulensi, Perburuan Investor Strategis Cottonindo (KPAS) Masih Nihil
:
0
EmitenNews.com - PT Cottonindo Ariesta (KPAS) menghadapi turbulensi. Kinerja tidak kunjung membaik. Perburuan terhadap investor strategis masih nihil. Saham perseroan sudah 9 bulan menjalani karantina alias penghentian perdagangan sementara (suspensi).
Cottonindo tengah menjajaki, dan bekerja sama dengan investor untuk mendapatkan persamaan persetujuan dalam melakukan investasi, dan pembelian saham pendiri perusahaan. Perusahaan masih berusaha ekstra untuk mendapat dana operasional pabrik, dan berusaha untuk memenuhi sejumlah kewajiban. ”Misalnya, penyajian LKAT 2021, penyusunan Annual Report 2021, dan penyelenggaraan RUPST 2021 dalam waktu sesegera mungkin,” tulis Marting Djapar, Direktur Utama Cottonindo.
Serangkaian usaha dijalani perseroan antara lain pada kuartal I-IV 2021 meningkatkan penjualan medical product, mencari supplier kemasan, meningkatkan penjualan industrial, operasional pabrik terbatas, penghematan biaya mencari calon investor, menjaga hubungan dengan relasi, mengurangi biaya operasional, dan beban gaji karyawan.
Perburuan terhadap investor strategis sangat penting. Nantinya, investor baru itu, diarahkan untuk memboyong saham non-publik alias membeli saham pendiri. ”Investor berencana pembeli saham non-publik secara keseluruhan,” imbuhnya.
Cottonindo menghadapi kendala tidak ringan. Ya, perseroan menghadapi hantu biaya operasional, khususnya biaya harus tetap dibayarkan meski pabrik belum berjalan kembali normal. Lalu, biaya angsuran dikomunikasikan dengan pihak bank, dan leasing. Penjualan beberapa kendaraan dimanfaatkan untuk dapat membantu operasional perusahaan. (*)
Related News
WBSA Kemas Pendapatan Melonjak, Laba Bersihnya Justru Ambles 95%
Ekspansi Homepass, MORA Peroleh Kredit Investasi Rp4 Triliun dari BCA
Direktur Utama Toba Surimi Industries (CRAB) Pamit Undur Diri
Sepi Peminat, Iforte Tambah Lagi Extra Time VTO Saham IBST
Grup Emtek Kempit 31,34 Persen, Saham JECX Terus Melaju
Saham Nonaktif Ini Kembali Diperdagangkan BEI Usai 2 Bulan Terkunci





