Harapan Petani di Lahan Kritis BRI Menanam Grow & Green Salurkan Bantuan Tanaman Produktif
:
0
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mengambil inisiatif dalam melestarikan lingkungan lewat aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli melalui program BRI Menanam Grow & Green. dok. BRI.
EmitenNews.com - Keberadaan lahan terdegradasi di Indonesia cukup besar. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, lahan kritis yang diakibatkan oleh berbagai faktor ini mencapai sekitar 14 juta hektare, dan tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Membangkitkan harapan petani di lahan kritis, BRI menanam Grow & Green menyalurkan bantuan tanaman produktif.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) kembali mengambil inisiatif dalam melestarikan lingkungan lewat aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli melalui program BRI Menanam Grow & Green, berkolaborasi dengan Yayasan Bakau Manfaat Universal dengan melakukan penanaman tanaman produktif.
Program ini melibatkan enam Kelompok Tani (KT) dan Kelompok Tani Hutan (KTH) yaitu KTH Harapan Jaya, KTH Mappagangkae, KT Bina Lestari, KT Sarre Indah, KT Bura Soppeng, dan KT Pa'bentengan yang tersebar di Provinsi Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Sebanyak 15 ribu bibit tanaman produktif disalurkan berupa tanaman durian, kopi dan pala.
Selain mampu melestarikan kembali lahan yang telah rusak dan tak terpakai, program ini juga dinilai dapat meningkatkan taraf kesejahteraan para petani, serta masyarakat di sekitarnya dengan memanfaatkan potensi yang ada.
Dalam rilis yang diterima Kamis (25/1/2024), Ketua KTH Harapan Jaya, Abdullah menjelaskan, kelompok tani yang terletak di Desa Kaseralau, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan itu, didirikan pada 2021. Hingga saat ini, KTH Harapan Jaya memiliki jumlah anggota sekitar 30 orang.
Related News
Ingat, Telat Lapor SPT Badan, DJP Hapus Sanksi Hanya Sampai Akhir Mei
TLKM Telat Sampaikan Annual Report 2025 dan Kuartal I, Sampai Kapan?
Perang Bawa Harga Urea Melonjak, Ancam Inflasi Pangan
Probabilitas Resesi Indonesia di Bawah 5 Persen
Harga Minyak Seret Rupiah, Rupee dan Peso Filipina ke Rekor Terendah
Pastikan IEU-CEPA Bisa Berlaku 1 Januari 2027, Industri Senyum Lega





