EmitenNews.com - Selama Juli 2023, rata-rata harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Rp5.629,00 per kg atau naik 1,55 persen. Sementara harga di tingkat penggilingan Rp5.764,00 per kg atau naik 1,61 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya.
Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat rata-rata harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani Rp6.389,00 per kg atau naik 0,75 persen dan di tingkat penggilingan Rp6.506,00 per kg atau naik 0,70 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp5.424,00 per kg atau naik 1,61 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.569,00 per kg atau naik 2,12 persen.
Dibandingkan Juli 2022, rata-rata harga gabah pada Juli 2023 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 23,19 persen; 22,62 persen; dan 26,00 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada Juli 2023 dibandingkan Juli 2022 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 23,10 persen; 22,22 persen; dan 26,22 persen.
Selama Juli 2023, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan pada 879 perusahaan penggilingan di 31 provinsi, dimana diperoleh 1.091 observasi beras di penggilingan.
Pada Juli 2023, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp11.537,00 per kg, naik sebesar 0,11 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp11.121,00 per kg atau naik sebesar 0,37 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp10.303,00 per kg atau turun sebesar 0,12 persen.
Dibandingkan dengan Juli 2022, rata-rata harga beras di penggilingan pada Juli 2023 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 19,83 persen; 22,31 persen; dan 15,69 persen.(*)
Related News
Menkeu Purbaya Terima Laporan Januari 2026 Pajak Tumbuh 30 Persen
BPD Bali Catat Laba Bersih Rp1,1 Triliun, Bagikan Dividen Rp878 Miliar
Nilai Tukar Rupiah Pagi Ini Menguat Terhadap Dolar AS
Harga Emas Antam Balik Anjlok Rp183.000 Per Gram
IHK Januari 2026 Terjadi Deflasi 0,15 Persen
BI: Surplus Neraca Perdagangan Topang Ketahanan Eksternal Ekonomi





