Hati-hati! Saham Ricky Putra (RICY) Dalam Pengawasan BEI
Gambar emiten RICY
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) yang tidak lazim (Unusual Market Activity) sebagai langkah perlindungan investor.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menegaskan dalam laman resmi IDX pada 16 Juli 2024 bahwa pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan di bidang pasar modal.
BEI juga menyampaikan bahwa informasi terakhir mengenai perusahaan ini adalah laporan bulanan registrasi pemegang efek yang dipublikasikan pada 5 Juli 2024 di website Bursa Efek Indonesia. Sebelumnya, pada 27 Februari 2024, BEI juga telah mengumumkan UMA atas perdagangan saham RICY.
Terkait dengan UMA yang terjadi pada saham RICY, Yulianto menyatakan bahwa BEI saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham tersebut.
Oleh karena itu, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi dari BEI, mencermati kinerja perusahaan dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul sebelum mengambil keputusan investasi.
Saham RICY sebelumnya masih bertengger di Rp50. Dalam waktu kurang dari sepekan RICY melesat 100 persen.
Pada penutupan perdagangan Selasa (16/7) kemarin, harga saham RICY naik ke level Rp100 per lembar
Sementara pada perdangan hari ini Rabu (17/7) saham RICY Turun Rp13 atau turun 13 % menjadi Rp87 per lembar.
Related News
Buyback BBCA Maret-Mei 2025, BCA Realisasikan Rp8.828,19 per Saham
Divestasi Berlanjut, Komut MEDS Dipastikan Masih Tetap Pegang Kendali
Direksi Hermina Serok Saham HEAL Rp15,64M, Kepemilikannya jadi Segini
Rogoh Rp2,95 Miliar, Pengendali Borong Saham WGSH Harga Bawah
Ini Dia OWK yang Mengiringi Rights Issue PACK Rp3,2 Triliun
Grup Emtek Serok Lagi Saham SUPA hingga Rp25,77 Miliar





