Hati-hati! Tiga Saham Ini Dalam Pengawasan
Signage Bursa Efek Indonesia/Indonesian Stock Exchange.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan tengah mencermati pola transaksi tidak biasa atau Unusual Market Activity (UMA) atas saham PT Toba Surimi Industries Tbk. (CRAB), PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk. (BESS), dan PT Bank Of India Indonesia Tbk. (BSWD).
Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, menuturkan dalam pengumuman resmi Rabu (21/5/2025) bahwa pengumuman UMA ini tidak serta-merta mengindikasikan adanya pelanggaran terhadap peraturan di bidang pasar modal.
“Bursa mengimbau investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa serta mencermati setiap keterbukaan informasi,” ujar Yulianto.
Adapun, informasi terakhir yang disampaikan oleh emiten terkait adalah: CRAB (9/5) terkait iklan pemberitahuan RUPS, BESS (9/5) mengenai penyampaian iklan RUPS, dan BSWD (21/5) atas perubahan internal audit.
Sebagai catatan tambahan, saham BESS sebelumnya memang telah menjadi pelanggan suspensi oleh BEI. Pada tahun ini, BESS setidaknya telah tiga kali mengalami suspensi, yang pertama sejak (25/2) dan (27/2) dan ketiga pada (7/3). Sedangkan, kedua emiten lainnya yakni, BSWD dan CRAB tercatat belum mengalami suspensi oleh BEI pada tahun ini.
Menurut data perdagangan yang diakses Kamis (22/5), terpantau saham CRAB mengalami fluktuasi harga naik-turun yang relatif sering sejak tahun 2025 berjalan (year-to-date/YTD), BSWD tercatat tengah mengalami arus downtrend sebesar -44.42% sejak tahun 2025 berjalan (year-to-date/YTD). Sedangkan, BESS mengalami lonjakan kenaikan sebesar 328.78% sejak tahun berjalan (year-to-date/YTD).
Related News
SMMA Tambah Amunisi Anak Usaha Rp800 Miliar, Bunga 8,25 Persen
Mandiri Terang Divestasi 4,52 Persen Saham PEGE, Nilainya Rp23,15M
Free Float Lebar, Investor GPSO Bertambah Usai Rencana Akuisisi Jumbo
Transformasi Pasca-Akuisisi: LAPD Ganti Logo dan Siapkan Tender Wajib
Salurkan Bansos Rp15 Triliun, Bank Mandiri Jangkau 7,45 Juta KPM 2025
EDGE Go Private, Simak Ini Alasannya





