Hingga September 2024, Laba Bersih BTPN Syariah Rp770,56 Miliar
Ilustrasi salah satu kantor BTPN Syariah. Dok. Infobanknews.
EmitenNews.com - PT BTPN Syariah Tbk. (BTPS) mencatat laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp770,56 miliar hingga periode 30 September 2024. Terjadi penurunan dari laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk Rp1,00 triliun di periode sama tahun sebelumnya.
Dalam laporan keuangan perseroan, yang dikutip Jumat (25/10/2024) menyebutkan, hak bagi hasil milik bank turun menjadi Rp3,68 triliun dari Rp3,95 triliun.
Sementara itu, pendapatan operasional bersih tercatat turun menjadi Rp979,40 miliar dari Rp1,28 triliun.
Untuk laba sebelum pajak penghasilan tercatat mencapai Rp982,34 miliar turun dari laba sebelum pajak penghasilan Rp1,28 triliun tahun sebelumnya.
Sementara itu, jumlah liabilitas turun menjadi Rp2,60 triliun hingga periode 30 September 2024 dari jumlah liabilitas Rp2,73 triliun hingga periode 31 Desember 2023.
Jumlah aset turun tipis menjadi Rp21,36 triliun hingga periode 30 September 2024 dari jumlah aset Rp21,43 triliun hingga periode 31 Desember 2023.
Sebelumnya, selektifnya BTPN Syariah dalam menyalurkan pembiayaan berpengaruh terhadap terjaganya kualitas bisnis perseroan pada semester I 2024.
Hal ini ditunjukkan dari rasio-rasio yang sehat, seperti Return on Asset (RoA) dan rasio kecukupan modal (CAR). Kondisi tersebut memberikan kesempatan Bank untuk menjaga kinerjanya.
"Kinerja BTPN Syariah tetap terjaga terlihat dari rasio-rasio keuangan sehat, yang memberikan kesempatan bank untuk terus bertumbuh di masa-masa mendatang. Kami bersyukur bahwa selektif dan menerapkan prinsip kehati-hatian bisa menjaga kinerja bank saat ini, yang lebih dari satu dekade kami bangun," ujar Fachmy Achmad, Direktur BTPN Syariah BTPN Syariah, 29 Juli 2024. ***
Related News
Satgas Saber Sidak RPH, Cegah Lonjakan Harga Daging Sapi
Harga Emas Antam Meroket Rp167.000 Per Gram
Luhut Dukung Enam Langkah Pemerintah-OJK-BEI Reformasi Pasar Modal
Inilah Profil Jeffrey Hendrik, Pimpinan Sementara BEI
Permintaan Tinggi Angkat HPE Konsentrat Tembaga dan Emas
Dari 23 Subsektor Industri Pengolahan, 20 Di Fase Ekspansi





