IHSG -11,57%, Investor Asing Ramai Tarik Diri & Borong Saham–Saham RI
:
0
Ilustrasi maskot banteng wulung Bursa Efek Indonesia. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 11,57% ke level All-Time Low (ATL) baru di 5.185,105 pada penutupan perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026. Kejatuhan masif ini memicu aksi jual bersih investor asing yang semakin menggila.
Berdasarkan data Kiwoom Sekuritas, investor asing mencatatkan net foreign sell sebesar Rp3,4 triliun pada perdagangan sore Jumat. Secara kumulatif, dana asing yang sudah kabur dari pasar reguler RI sejak awal tahun (YTD) menembus Rp114,16 triliun.
Sedangkan, dalam versi BEI investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp3,34 triliun dan sepanjang tahun 2026 investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih All Market sebesar Rp88,19 triliun.
Tekanan jual asing pada Jumat sore terfokus menghantam saham-saham big caps perbankan. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi korban utama dengan net sell terbesar mencapai Rp2,32 triliun. Disusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp1,14 triliun dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp868 miliar.
Tiga bank besar itu saja sudah menyumbang lebih dari Rp4,3 triliun outflow dalam sehari. Tekanan berlanjut ke PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp137,8 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp90,2 miliar, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) Rp58,7 miliar, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Rp23,2 miliar, PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) Rp22,3 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp16,8 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp16,7 miliar.
Di tengah kepanikan, asing tercatat melakukan akumulasi selektif pada saham yang sudah terdiskon dalam. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi top net foreign buy dengan nilai Rp288,3 miliar, diikuti PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp75,7 miliar, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp58,6 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp57,8 miliar, dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp57,7 miliar.
Selanjutnya ada PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp56,4 miliar, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp54,4 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp47,0 miliar, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) Rp45,3 miliar, dan PT Indosat Tbk (ISAT) Rp42,1 miliar.
Related News
All-Time Low Baru di 5.185, Koreksi IHSG di Sepanjang Tahun Tembus 40%
DPR Siap Panggil OJK, BEI, Kemenkeu, dan BI Soal Ancaman MSCI
Aljazair Prioritaskan BUMN Indonesia Garap Sektor Fosfat
Bahlil Bocorkan Pembentukan BUK Dalam RUU Migas Baru
13 Perusahaan dari 6 Sektor Berminat Buka Kawasan Berikat
5 Komoditas ini Siap Nikmati Tarif Preferensi I-EU CEPA





