IHSG Akhir Pekan (6/11) Lanjutkan Penguatan ke 5.050,42
:
0
Bursa Efek Indonesia (Foto: EmitenNews)
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan Jumat (6/11/2026) mencatat penguatan usai dominan berada di zona merah sejak awal perdagangan. Indeks ditutup menguat 20,16 poin atau 0,4% ke level 5.050,43.
IHSG dibuka merosot ke level 4.955,83 dan sempat mencapai level terendah intraday 4.925,10. Indeks mulai balik arah menguat pada sesi siang dan tembus level tertinggi harian di akhir perdagangan.
Aktivitas perdagangan terbilang ramai dengan volume mencapai 47,33 miliar saham, frekuensi 1,10 juta kali, dan nilai transaksi Rp10,26 triliun. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat Rp8.764,16 triliun.
Sebanyak 192 saham menguat dan mendorong IHSG menghijau. Sementara 381 saham melemah dan 141 saham bergerak stagnan. GOTO yang mencatat transaksi terbesar kedua Rp701,9 miliar namun harga sahamnya stagnan di Rp24 per saham.
Berikutnya, dua big banks turut meramaikan transaksi yaitu BBRI senilai Rp601,7 miliar dan BMRI Rp503,5 miliar. Harga keduanya kompak naik yaitu 3,69% ke Rp2.810 dan 2,49% menjadi Rp3.700 per saham.
Dari sisi frekuensi, BBRI menjadi saham yang paling sering diperdagangkan, yakni 32.567 kali, disusul BBCA yang sebanyak 31.963 kali, dan GTO sebanyak 31.410 kali.
Sementara itu, AIMS memimpin daftar saham dengan kenaikan harga tertinggi, melonjak 25,00% ke Rp1.175 per saham. MBSS menyusul dengan penguatan 11,38% ke Rp3.620, sedangkan ENAK melesat 11,19% ke Rp159 per saham.
Di sisi lain, PTRO menjadi saham dengan penurunan harga terbesar, terkoreksi 6,94% ke Rp2.010 per saham. ASLI juga masuk jajaran saham tertekan dengan penurunan 6,93% ke Rp188. Selanjutnya JPFA turun 6,91% ke Rp1.550 per saham.
Related News
OKI Pulp & Paper Beber Kronologi Kebakaran Pabrik, Belum Hitung Rugi
Bursa Dunia Tertekan, IHSG Sesi I (6/11) Mengekor Anjlok Nyaris 2%
Hana Bank Gandeng Trinity Airways, Nabung Terbang Gratis ke Korsel
Pemerintah Perbaiki Tata Kelola Sawit, Kakao, dan Kelapa
IHSG Pagi Kembali Ambruk 1,83% Diterpa Sentimen Berikut
Terseret Wall Street, IHSG Potensial Koreksi





