EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia merosot 124,85 poin atau 1,62% ke level 7.585,68 pada penutupan perdagangan Jumat (6/3/2026). Sepanjang sesi perdagangan, indeks komposit bergerak fluktuatif di kisaran 7.500 hingga 7.700.

Tekanan jual terjadi di hampir seluruh sektor sehingga membuat IHSG bertahan di zona merah hingga akhir perdagangan. Sektor perindustrian menjadi pemberat terbesar dengan penurunan mencapai 3,37%.

Selain itu, sektor barang konsumen non primer juga terkoreksi 3,34% dan sektor energi melemah 2,86%. Pelemahan ketiga sektor tersebut menjadi kontributor utama yang menekan laju indeks komposit sepanjang hari.

Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan total volume mencapai 34,18 miliar saham. Nilai transaksi mencapai Rp17,78 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1,95 juta kali. Sebanyak 555 saham turun harga, 168 saham menguat, dan 94 saham lainnya stagnan.

Di tengah pelemahan pasar, beberapa saham masih mencatat kenaikan seperti DCII yang naik Rp3.900 menjadi Rp205.000 per saham, ITMG menguat Rp1.000 menjadi Rp26.975 per saham, serta TPIA yang bertambah Rp950 menjadi Rp6.325 per saham.

Sebaliknya, saham yang mengalami koreksi tajam di antaranya SINI turun Rp1.100 menjadi Rp9.900 per saham, ARKO melemah Rp875 menjadi Rp5.750 per saham, serta INKP yang terkoreksi Rp850 menjadi Rp9.200 per saham.

Sementara itu, saham yang paling aktif diperdagangkan di antaranya ENRG dengan frekuensi 94.470 kali senilai Rp1,2 triliun, diikuti BUMI sebanyak 60.344 kali senilai Rp901 miliar, serta BIPI sebanyak 54.382 kali dengan nilai transaksi Rp549 miliar.