EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Senin (27/4/2026), setelah sempat menguat di sesi pertama. Indeks komposit melemah 22,97 poin atau 0,32% ke level 7.106,52, dengan pergerakan intraday di kisaran 7.106 hingga 7.230.

Pelemahan IHSG dipicu tekanan pada sejumlah sektor utama, terutama energi yang turun 1,21% dan perindustrian melemah 1,15%. Sementara sektor keuangan melemah cenderung stagnan.

Di sisi lain, penguatan sektor barang baku 1,48%, diikuti barang konsumer primer 0,53% dan teknologi 0,44% serta infrastruktur, transportasi, properti, konsumer non-primer, hingga kesehatan tak mampu menahan indeks jatuh ke zona merah.

Sebanyak 408 saham menguat dibanding 264 saham melemah namun IHSG tetap ditutup di zona merah. Hal ini mengindikasikan tekanan datang dari saham-saham berkapitalisasi besar. Total volume perdagangan di seluruh pasar mencapai 33,17 miliar saham dengan nilai transaksi Rp16,57 triliun dan frekuensi 2,2 juta kali.

Beberapa saham yang mengalami penurunan signifikan antara lain: United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp1.175 ke Rp30.675, Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melemah Rp950 ke Rp25.450, dan Golden Flower Tbk (POLU) turun Rp750 ke Rp14.750

Sementara itu, penguatan dicatat oleh Roda Vivatex Tbk (RDTX) naik Rp1.100 ke Rp16.575, Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp800 ke Rp14.500, dan Akasha Wira International Tbk (ADES) naik Rp625 ke Rp17.875 per saham.

Aktivitas perdagangan masih didominasi saham likuid, dengan Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat frekuensi tertinggi senilai Rp1,63 triliun. Saham Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) dan DMS Propertindo Tbk (KOTA) juga masuk jajaran saham teraktif hari ini.