EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpeluang menguat pada perdagangan pekan depan. Penguatan IHSG didukung oleh penutupan di atas level psikologis 6.500 dan kondisi likuiditas domestik yang tetap solid.

Phintraco Sekuritas dalam proyeksi Market Brief Senin (24/8/2026) memproyeksikan IHSG bergerak di rentang 6.500 – 6.600. Level 6.500 disebut sebagai pivot penting, sementara 6.600 menjadi target upside terdekat.

“IHSG masih berpeluang menguat selama mampu bertahan di atas 6.500,” dipaparkan Analis Phintraco Sekuritas Desy Erawati dalam risetnya Minggu (23/8/2026).

Tekanan Global Mereda, Sentimen Domestik Positif

Secara teknikal, Phintraco mencatat IHSG ditutup di 6.525,69 pada Jumat lalu (21/8), naik 0,37 persen. Level support IHSG berada di 6.400.

Dari eksternal, Wall Street memang rebound pada akhir pekan. Namun ketiga indeks utama AS masih mencatat penurunan mingguan akibat lonjakan yield obligasi AS. US10Y berada di 4,738 persen dan US30Y di 5,276 persen yang menjadi tekanan bagi pasar saham AS.

Investor kini menanti pidato Chairman The Fed di Jackson Hole untuk kejelasan arah kebijakan moneter.

Rupiah Menguat dan Likuiditas Jadi Penyangga

Sentimen domestik dinilai lebih positif. Rupiah menguat 0,30 persen ke level Rp17.694 per USD setelah menembus area 17.700. Area 17.600 disebut menjadi support penting berikutnya dengan potensi menuju 17.400.

Selain itu, data likuiditas juga mendukung. Uang beredar M2 Juli 2026 tumbuh 8,3 persen YoY. Sementara pertumbuhan kredit perbankan menguat menjadi 13,0 persen YoY dari 12,1 persen di bulan sebelumnya.