IHSG Berpotensi Menguat, Investor Wajib Mencermati Rilis Data Inflasi
EmitenNews.com -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan perdagangan, Jumat (28/4) melemah 29,76 poin atau 0,43% ke level 6.915,71. Total volume perdagangan saham hingga penutupan hari ini mencapai 17,04 miliar saham dengan total nilai Rp 12,96 triliun.
CEO Yugen Sekuritas William Surya Wijaya memperkirakan IHSG hari ini, Selasa (2/5/2023) akan bergerak pada range support di level support di level 6804 dan resistance ada di 6972. Posisi ini lebih tinggi dibandingkan proyeksi di akhir pekan lalu yang masih di support 6767 dan resistance ada di 6954.
Mengawali bulan kelima di tahun 2023, dimana rilis data perekonomian inflasi yang diperkirakan masih akan berada dalam kondisi stabil, dapat turut memberikan sentimen positif terhadap pola gerak IHSG, dimana hal tersebut juga ditunjang oleh faktor lain dimana capital inflow masih terus terjadi.
Hari ini IHSG berpotensi menguat. Dengan target saham-saham pilihan dari Yugen Sekuritas adalah UNVR, ICBP, INDF, KLBF, HMSP, JSMR, GGRM, KAEF dan BINA.
Sebelumnya, Pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan pernyataan terkait laju IHSG yang menunjukkan tren positif sejak jeda libur lebaran. Jeffrey Hendrik Direktur Pengembangan BEI menyebut setelah lebaran kita lihat tidak hanya IHSG yang menguat tetapi juga nilai transaksi harian yang meningkat.
Kondisi ini dikontribusikan oleh aktivitas investor setelah libur 5 hari bursa. Selama libur bursa menyambut lebaran tentu investor mendapat perkembangan berita dan informasi baik dari dalam dan luar negeri dan mem-factor in dalam perdagangan dua hari ini. Kita melihat banyak analis juga memberikan rekomendasi positif pada pembukaan pasar pasca libur lebaran.
“Namun, seperti yang sudah sering kami sampaikan, kami selalu menyarankan investor untuk selalu berinvestasi secara rasional,” ujar Jeffrey.
Related News
Mayoritas Sektor Menguat, IHSG Lompat 1,22 Persen ke Level 8.031
IHSG Bangkit ke 8.012 di Sesi I (9/2), Saham Emas Kompak Terbang
Produksi Beras Awal 2026 Berpotensi Naik 15,79 Persen
Pertamina-SGN Bangun Pabrik Bioetanol Kapasitas 30 Ribu KL/Tahun
Purbaya Ajak Aparat Pajak Perbaiki Kinerja, Jangan Kalah Sama 'Pemain'
Memasuki 2026 Industri Otomotif Mulai Stabil





