EmitenNews.com - IHSG ditutup menguat pada perdagangan  Jumat (22/10/21) sebesar 0,16% (+10,766 poin) menuju level 6.643,73 dengan nilai transaksi perdagangan 14,5 triliun dan net buy asing sebesar 1,13 Triliun di pasar reguler. Investor menanti perilisan kinerja keuangan beberapa emiten pada kuartal ketiga 2021. harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik US$ 1,05 atau 1,3% mencapai US$ 83,55 per barel, tidak jauh dari level tertinggi tujuh tahun minggu ini. 

 

Nilai tersebut menuju kenaikan mingguan kesembilan. Kenaikan harga minyak telah didorong oleh kekhawatiran tentang kekurangan batubara dan gas di China, India, dan Eropa, mendorong beberapa pembangkit listrik untuk beralih dari gas ke bahan bakar minyak dan solar. BI optimis bisnis e-commerce di Indonesia dapat tumbuh pesat. 

 

Hal ini, seiring dengan cepatnya digitalisasi ekonomi dan keuangan secara nasional. Gubernur BI, Perry Warjiyo memperkirakan transaksi e-commerce tahun ini sebesar Rp 395 triliun, atau tumbuh 48.4% year on year (yoy). Optimisme ini seiring dengan capaian manis penjualan e-commerce pada semester I-2021 yang sebesar Rp 186.75 triliun, tumbuh 63.36% yoy. Seiring dengan meningkatnya preferensi belanja daring ini, BI akan lebih memperhatikan lagi perluasan sarana instrumen pembayaran secara digital.

 

“IHSG berpotensi bergerak mix pada level area 6.620 - 6.693 dengan pertimbangan Indikator Moving Average menunjukan posisi bearish  jangka pendek, dan Indikator stochastic membentuk pola death cross pada area overbought koreksi jangka pendek pada aksi tekanan beli yang berkurang dan volume jual yang meningkat, Sehingga secara teknikal IHSG akan bergerak mix,” kata Indra Tedja Kusuma Analis Sucor Sekuritas, Senin (25/10/2021).

 

Saham-saham pilihan yang dapat menjadi perhatian para pelaku pasar untuk awal pekan ini adalah AGII, CTRA, AIMS, BANK, BUKA dan IMAS.