IHSG Berpotensi Turun Terbatas, Ini 6 Rekomendasi Saham BNI Sekuritas
:
0
EmitenNews.com—IHSG berpotensi turun namun terbatas dalam pola konsolidasi pada Rabu (1/3). Trend Bullish, selama di atas 6.815. IHSG closing di atas 5 day MA (6.840) & di bawah 6.962 (200 day MA).
Indikator MACD bullish, Stochastic crossover di area bearish, candle bearish engulfing. Jika bisa di tutup harian di bawah 6.815, IHSG masih berpeluang koreksi, target 6.781/6.711. Jika closed di atas 6.815, peluang menuju 6.906 DONE/6.953 DONE/7.046. Range breakout berada di 6.781 - 6.961.
“Level resistance berada 6.873/6.910/6.932/6.961 dengan 6.839/6.821/6.781/6.750. Perkiraan range di rentang: 6.800 - 6.890” terang Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar.
Kemarin (28/2), indeks bursa di kawasan regional Asia Pasifik mengalami pergerakan beragam. Di antara yang mencatat kenaikan cukup signfikan adalah Shenzen Index dan All Ordinaries. Sementara Hang Seng dan IHSG terkoreksi. Hari ini Indonesia akan mengumumkan inflasi Februari 2023 yang diperkirakan sebesar 5,44% YoY, 0,11% MoM. Industrial production Jepang -4,6% MoM pada Januari 2023, di bawah perkiraan. Penjualan ritel Australia naik 1,9% MoM pada Januari 2023, di atas perkiraan.
Dari Amerika Serikat (AS), Kemarin indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah sebesar 0,71%, begitu juga dengan S&P 500 yang terkoreksi sebesar 0,30%, sementara indeks Nasdaq turun sebesar 0,10%. Ketiga bursa mencatat pergerakan negatif pada Februari 2023. Sepanjang bulan lalu, Dow Jones melemah 4,19%, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing terkoreksi 2,61% dan 1,11%. US treasury 10 tahun mencapai titik tertinggi sejak November. Bursa Eropa terkoreksi, di mana FTSE 100 dan CAC 40 masing-masing turun 0,74% dan 0,38%.
Related News
Terungkap, Trump Beli Saham Nvidia dan Apple, Lepas Amazon
Temuan Uang Palsu Makin Turun, Ternyata ini Penyebabnya
Paradise Indonesia JWC 2026 Berakhir, Ini Deretan Pemenangnya
IHSG Anjlok Nyaris 2 Persen, Emiten Prajogo Dominasi Top Losers
IHSG Siang (13/5) Menjunam 1,81 Persen, Saham Eks MSCI Jadi Beban
Tampung Aspirasi Pelaku Usaha, Penyesuaian Tarif PNBP Mineral Ditunda





