IHSG Dalam Rentang Konsolidasi, Pantau Saham ASRI, BINA Hingga PWON
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan kemarin menguat 0,16% atau 10,62 poin ke level 6.626,26. Namun sayangnya ditengah penguatan IHSG menjadi ajang investor asing untuk melakukan penjualan saham alias net sell Rp 595,08 miliar di seluruh pasar.
William Surya Wijaya CEO Indosurya Bersinar Sekuritas dalam riset hariannya, Kamis (16/12/2021) mengatakan, perkembangan pergerakan IHSG masih terlihat dalam rentang konsolidasi wajar pasca pencapaian rekor ATH beberapa waktu yang lalu, potensi untuk kembali mengalami kenaikan signifikan belum terlihat mengingat capital inflow jelang akhir tahun juga belum terlihat massive.
“Namun sentimen rilis data keuangan mengenai tingkat suku bunga yang diperkirakan belum terdapat perubahan dapat menjadi salah satu sentimen positif untuk beberapa sektor tertentu sekaligus menjadi salah satu indikator bahwa perekonomian masih berada dalam keadaan stabil, IHSG hari ini berpotensi melemah,” imbuh William.
Ditengah prediksi IHSG hari ini yang berpotensi melemah pada level support 6582 dan resistance 6676. Saham-saham rekomendasi IBS adalah Alam Sutera (ASRI), Bank Ina Perdana (BINA), Indofood (INDF), Unilever Indonesia (UNVR), Protech Mitra Perkasa (OASA), Bank BCA (BBCA), Bank BNI (BBNI), Bank Maybank Indonesia (BNII) dan Pakuwon Jati (PWON).
Related News
Potensial Menguat, IHSG Uji Level 7.400
MCI Perkuat Posisi sebagai Mitra Strategis Pembiayaan Korporasi
IHSG Melejit ke 7.302 Usai Libur Lebaran, Sektor Ini Jadi Penopangnya
BNI Sekuritas Tawarkan Sukuk Ritel SR024, Kupon 5,5 dan 5,9 Persen
Perang Mereda, IHSG Sesi I (25/3) Rebound ke 7.200 Usai Libur Panjang
Indonesia Akan Perjuangkan Reformasi WTO Di KTM Ke-14 Di Kamerun





