Wall Street Rebound, IHSG Cenderung Koreksi
:
0
Suasana di plataran Banten Wulung Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lalu kompak menguat signfikan. Itu seiring rebound saham sektor teknologi setelah dalam beberapa hari sebelumnya mengalami tekanan jual cukup besar paska-koreksi dalam harga Bitcoin. Nvidia meroket 7,87 persen, dan Broadcom melejit 7,22 persen.
Oracle menyusul dengan lonjakan 4,65 persen, dan Palantir Technologies juga berhasil bangkit 4,53 persen sejalan aksi beli investor terhadap kedua saham tersebut karena dinilai harganya sudah berada di level cukup rendah. Sementara itu, saham emiten perangkat lunak seperti ServiceNow kembali melanjutkan koreksi 1,84 persen karena masih ada kekhawatiran investor terhadap dampak negatif perkembangan pesat teknologi AI.
Penguatan mayoritas indeks bursa Wall Street, lonjkaan signifikan harga emas, dan aksi beli investor asing diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Sementara itu, perosotan outlook lima perbankan besar macam BBRI, BMRI, BBNI, BBCA, dan BBTN dari stabil ke negatif oleh Moody’s berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
So, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.820-7.705, dan resistance 8.050-8.165. menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor mengoleksi saham Cimory (CMRY), Perusahaan Gas Negara (PGAS), Semen Indonesia (SMGR), Unilever (UNVR), Telkom (TLKM), dan Elnusa (ELSA). (*)
Related News
CIMB Niaga Gelar Tour de Bank (TDB), ini Tujuannya
Moratorium Dibuka, BUMN Thailand Kembali Incar Hulu Migas RI
Rumput Laut RI Bebas Tarif AS, Negara Pesaing Kena 12,5%
I-EU CEPA Siap Diteken: Sawit, Karet, Alas Kaki Bebas Tarif
Jajaran Top Losers Sepekan, TCPI, TMPO Hingga FILM
Emiten H Isam (JARR) Masuk Top Gainers Sepekan, Cek Daftar Lengkapnya





