Perkuat Kemitraan, BSN Lanjutkan Developer Gathering di Bandung
Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN) Alex Sofjan Noor berfoto bersama usai menyerahkan apresiasi kepada sejumlah developer wilayah Jawa Barat di Bandung, Jumat (6/2). FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Bank Syariah Nasional (BSN) menegaskan penguatan peran developer sebagai mitra utama dalam ekosistem pembiayaan perumahan syariah. Itu ditegaskan melalui penyelenggaraan Developer Gathering 2026 di Bandung, Jumat, 6 Februari 2026. Kegiatan itu, menjadi bagian dari langkah strategis perseroan dalam memperkuat kontribusi sektor properti terhadap pertumbuhan bisnis, sekaligus mendukung program perumahan nasional.
Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengatakan developer memiliki posisi krusial dalam mendorong ekspansi pembiayaan perumahan syariah berkelanjutan. Karena itu, BSN secara khusus mengambil inisiatif untuk menjadikan developer sebagai mitra strategis utama melalui pendekatan kolaboratif yang lebih intensif.
“Developer adalah ujung tombak industri perumahan. Melalui Developer Gathering ini, kami ingin memperkuat kemitraan strategis sekaligus memberikan apresiasi kepada para developer yang selama ini berkontribusi besar terhadap pertumbuhan bisnis BSN,” kata Alex dalam sambutannya.
Pada kegiatan dihadiri 79 developer mitra BSN Jawa Barat tersebut, Alex memaparkan kinerja positif BSN sepanjang 2025. Perseroan berhasil mencatat pertumbuhan aset 20,51 persen, dan pertumbuhan pembiayaan sekitar 25,02 persen secara tahunan alias year-on-year (yoy). “Capaian ini tidak lepas dari kolaborasi solid dengan mitra developer. Sektor perumahan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan pembiayaan kami,” tegasnya.
Hingga akhir 2025, BSN juga telah memperkuat jaringan layanan dengan 118 outlet perbankan, terdiri atas 36 kantor cabang dan 82 kantor cabang pembantu, serta didukung oleh 589 Kantor Layanan Syariah di berbagai wilayah Indonesia. Developer Gathering 2026 dilaksanakan di empat kota, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang.
Keempat kota tersebut menjadi pilot project karena kontribusi pada wilayah tersebut cukuo signifikan terhadap kinerja pembiayaan perumahan BSN. “Empat kota ini memiliki volume transaksi, pertumbuhan proyek, dan kontribusi pembiayaan yang besar terhadap bisnis BSN. Dampaknya nyata, baik terhadap pertumbuhan pembiayaan konsumer maupun kualitas portofolio. Kemarin di Jakarta dan hari ini di kota Bandung", jelas Alex.
Ke depan, BSN memastikan program Developer Gathering akan terus dilanjutkan dan diperluas ke kota-kota lain sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun ekosistem pembiayaan perumahan syariah secara end-to-end, mulai dari pembiayaan lahan, konstruksi, hingga kepemilikan rumah oleh masyarakat.
Sementara itu, Direktur Consumer Banking BSN Mochamad Yut Penta menjelaskan hingga 2025, 98 persen portofolio pembiayaan BSN berada sektor perumahan, mencerminkan spesialisasi bank syariah ini sektor properti riil.
Nah, dari total portofolio tersebut, 63 persen disalurkan melalui produk KPR subsidi, 31 persen KPR nonsubsidi, dan 4 persen pembiayaan konstruksi. ”Selama lebih dari 20 tahun beroperasi, BSN telah menyalurkan pembiayaan kepada sekitar 450 ribu nasabah, baik di segmen konsumer maupun komersial," ujar Penta.
Kontribusi BSN terhadap program strategis pemerintah di sektor perumahan juga tercermin dari penyaluran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Pada 2025, realisasi FLPP nasional mencapai 278.868 unit, dengan BTN Group, terdiri dari BTN dan BSN, menguasai hampir 70 persen pangsa penyaluran secara nasional.
Pada kesempatan sama Maqin U Norhadi, SEVP, Chief of Commercial Banking BSN memaparkan, pembiayaan komersial BSN terus mengalami peningkatan seiring akselerasi signifikan ekspansi bisnis perseroan. Selain itu, segmen pembiayaan komersial lain juga mencatat lonjakan mencerminkan strategi penyesuaian portofolio BSN dalam memperluas pembiayaan sektor produktif sekaligus menjaga keseimbangan risiko di tengah dinamika dunia usaha.
"Total realisasi pembiayaan komersial periode 2020–2025 sebesar Rp12,39 triliun. Dengan rincian Yasa Griya sebesar 7,93 triliun alias 64 persen, dan Non Yasa Griya sebesar 4,45 triliun setara 36 persen,” pungkas Maqin
Di tengah penguatan tersebut, Alex menegaskan, BSN akan terus bergerak membuka peluang bisnis baru berkelanjutan dengan tetap berlandaskan prinsip syariah. Core business BSN fokus pada sektor perumahan dinilai selaras dengan konsep Maqashid Syariah. Pasalnya, properti merupakan aktivitas ekonomi riil, produktif, dan non-spekulatif.
Pendekatan tersebut memperkuat posisi BSN sebagai mitra pembiayaan jangka panjang yang mengedepankan transparansi, kepastian akad, kemitraan berkelanjutan dengan nasabah, dan pengembang. (*)
Related News
IHSG Melejit ke 7.302 Usai Libur Lebaran, Sektor Ini Jadi Penopangnya
BNI Sekuritas Tawarkan Sukuk Ritel SR024, Kupon 5,5 dan 5,9 Persen
Perang Mereda, IHSG Sesi I (25/3) Rebound ke 7.200 Usai Libur Panjang
Indonesia Akan Perjuangkan Reformasi WTO Di KTM Ke-14 Di Kamerun
Wall Street Drop, IHSG Ikutan Jeblok
IHSG Koreksi, Serok Saham MEDC, ENRG, ELSA, dan INDY





