EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Rabu (8/7/2026) ditutup merosot 113,12 poin atau 1,89% ke level 5.873,37. Sepanjang hari, indeks komposit berada di zona merah dan sempat berada di level terendah intraday 5.872,01.

Volume transaksi diramaikan oleh sebanyak 22,48 miliar saham dengan frekuensi transaksi 1,97 juta kali. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp10,53 triliun.
Aksi jual mendominasi perdagangan terlihat dari jumlah saham yang melemah sebanyak 482 saham. Sementara, saham yang menguat hanya 191 dan 116 saham lainnya stagnan.

Saham perbankan big caps mencatat pelemahan namun mendominasi nilai transaksi. Bank Central Asia (BBCA) nilai transaksi Rp1,1 triliun harga melemah 1,98%.
Selanjutnya, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) catat transaksi terbesar kedua Rp711 miliar dan harga anjlok 2,45%. Bank Mandiri (BMRI) menyusul dengan pelemahan 2,46% dan nilai transaksi Rp431,1 miliar

Sementara itu, saham yang listing perdana hari ini Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) turut berada di jajaran top value yaitu Rp458,5 miliar. Emiten solusi alat kesehatan itu mencatat kenaikan harga 17,02% ke Rp550 per saham.

Kinerja Saham LQ45

Dari jajaran 45 saham terlikud, Semen Indonesia (SMGR) mencatat penurunan paling besar 6,58% ke Rp1.420, disusul Merdeka Battery Materials (MBMA) merosot 6,27% le Rp478, Amman Minerals (AMMN) turun 5,9% ke Rp3.350, Merdeka Copper Gold (MDKA) anjlok 5,51% ke Tp2.570, dan Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) melemah 5,51% ke Rp600 per saham.

Di tengah tekanan jual masif, lima saham LQ45 berikut mampu mencatat kenaikan paling besar. Medco Energi Internasional ( MEDC) naik 4% ke Rp1.170, Pertamina Geothermal Energy (PGEO) menguat 3,87% ke Rp940, AKR Korporindo (AKRA) naik 1.93% ke Rp1.320, PGN (PGAS) menguat 1,42% ke Rp1.425, dan United Tractors (UNTR) naik 1,25% ke Rp24.500 per saham.