IHSG & Big Caps Loyo di Sesi I, 4 Emiten Baru IPO Justru Adu Kuat
:
0
Potret Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih loyo pada penutupan perdagangan sesi I Rabu (8/7/2026) siang. Indeks tertekan sentimen negatif dari watchlist S&P DJI dan melemah 66,346 poin atau 1,11% ke level 5.920,151.
Data RTI Business pukul 12.00 WIB menunjukkan IHSG dibuka di 5.984,182 dengan volume transaksi 12,250 miliar saham dan nilai turnover Rp5,227 triliun dengan 197 saham menguat, 447 saham melemah, dan 142 saham stagnan.
Mayoritas sektor juga melemah, sembilan dari sebelas di antaranya kompak merah. IDXBASIC turun 2,15%, IDXPROPERT turun 2,05%, dan IDXENERGY turun 1,26%. Hanya IDXHEALTH naik 0,50% dan IDXINDUST naik 0,18%.
Big Caps dan Big Banks Loyo, 4 Emiten Baru IPO Beradu Profit
Berbeda dengan IHSG, 4 emiten yang baru melantai justru kompak jadi top gainer di klasemen hari ini.
Berdasarkan data IDX, saham PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) naik 25,00% ke Rp1.950. Disusul PT Niramas Utama Tbk (JELI) naik 24,89% ke Rp1.405, PT Bach Multi Global Tbk (BACH) naik 24,43% ke Rp550 dan sempat ARA, serta saham kesehatan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) naik 20,21% ke Rp56.
Adapun, di tengah reli IPO ini terjadi aksi jual di saham big banks dan big cap. BBCA turun 0,40% ke Rp6.275, BBRI turun 2,10% ke Rp2.800, TPIA turun 2,91% ke Rp1.835, dan BRPT turun 3,16% ke Rp1.530.
Di papan top loser, BAPA terpangkas hingga jatuh mendarat di Auto-Reject Bawah (ARB) sedalam 14,98% ke Rp386, LAND turun 12,86% ke Rp61, dan BIPP turun 11,43% ke Rp62.
Related News
IHSG Tertekan Sentimen Watchlist S&P DJI, Anjlok 1,35% ke 5.905
IDX Masuk Radar S&P DJI, Nasib di Emerging Ditentukan Setahun ke Depan
Selat Hormuz Tegang, IHSG Lanjut Melejit
Proyeksi IHSG Hari Ini, Ruang Penguatan Masih Terbuka
Korea Perpanjang Gratis Biaya Visa Grup Wisatawan Indonesia
IHSG Mixed, Investor Cermati Defisit APBN





