Selat Hormuz Tegang, IHSG Lanjut Melejit
:
0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin kompak ditutup melemah. Itu seiring rotasi investor dari saham berbasis kecerdasan buatan (AI) ke saham sektor lain seperti sektor kesehatan, keuangan, dan teknologi berkapitalisasi besar. Langkah itu, dilakukan di tengah lonjakan harga minyak mentah usai Iran menyerang kapal LNG dekat selat Hormuz.
Beberapa saham berbasis AI mengalami penurunan antara lain Micron 4,71 persen, KLA 7,22 persen, Marvell Technology 7,45 persen, Broadcom 0,83 persen, dan Advance Micro Device 6,51 persen. Beberapa saham sektor lain seperti Eli Lilly and Co (sektor kesehatan) naik 2,96 persen, JP Morgan Chase melejit 0,44 persen, dan Microsoft surplus 0,54 persen.
Sementara itu, Walmart menguat 0,80 persen setelah mengumumkan penurunan harga untuk produk daging, dan Coca Cola. Koreksi indeks bursa Wall Street, dan aksi jual investor asing berlanjut diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Di sisi lain, penguatan nilai tukar rupiah, lonjakan harga timah, minyak mentah, dan keputusan pemerintah menempatkan kembali dana sisa anggaran lebih (SAL) di bank Himbara menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
Dengan begitu, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.910-5.835, dan resistance 6.060-6.140. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham HM Sampoerna (HMSP), ?Indocement (INTP), Astra (ASII), XLSmart (EXCL), Bank BTN (BBTN), dan Bank BNI (BBNI). (*)
Related News
Proyeksi IHSG Hari Ini, Ruang Penguatan Masih Terbuka
Korea Perpanjang Gratis Biaya Visa Grup Wisatawan Indonesia
IHSG Mixed, Investor Cermati Defisit APBN
IHSG Melesat ke 5.986,49, Emiten Salim dan Bakrie Top Losers LQ45
MSCI Masih Belum Perbolehkan Emiten Bursa IDX Masuk Indeks Lagi
Sambut 2 IPO Baru di Semester II, IHSG Dibuka Atraktif!





