EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (5/2/2026) kembali berakhir di zona merah. Indeks komposit terkoreksi 42,838 poin atau 0,53 persen ke level 8.103,879.

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak di rentang terendah 8.102 dan tertinggi 8.214, dengan tekanan jual yang dominan sejak pembukaan.

Mayoritas indeks sektoral melemah dan menjadi pemberat laju indeks. Sektor Industri mencatat koreksi terdalam sebesar 1,35 persen, disusul Sektor Infrastruktur yang turun 1,23 persen, serta Sektor Energi melemah 1,2 persen.

Dari total 11 indeks sektoral, hanya Sektor Barang Konsumen Primer yang mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan 0,79 persen.

Dari sisi aktivitas perdagangan, total volume transaksi tercatat 35,98 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp20,06 triliun dan frekuensi perdagangan 2,55 juta kali. Tercatat 349 saham menguat, 299 saham melemah, dan 172 saham stagnan.

Saham-saham yang mencatat kenaikan harga di antaranya BLUE naik Rp800 menjadi Rp6.475 per saham, RLCO menguat Rp500 ke level Rp7.500 per saham, serta POLU naik Rp400 menjadi Rp20.975 per saham.

Sementara itu, saham-saham yang mengalami tekanan jual di antaranya DSSA turun Rp2.400 ke level Rp88.000 per saham, SINI melemah Rp1.550 menjadi Rp14.025 per saham, serta FILM turun Rp1.325 ke posisi Rp7.600 per saham.

Adapun saham-saham yang paling aktif diperdagangkan adalah BUMI dengan frekuensi 104.830 kali dan nilai transaksi Rp1,05 triliun, diikuti MINA sebanyak 101.229 kali senilai Rp436 miliar, serta BIPI dengan 95.437 kali transaksi senilai Rp443 miliar.