IHSG Fokus Tembus Resistance 6818-6820, Ini 5 Saham Pilihan NH Korindo Sekuritas
:
0
EmitenNews.com -Pasar saham global dan yield obligasi bergerak di teritori positif pada perdagangan hari Selasa (11/04/23) secara para trader dunia memprediksikan suku bunga acuan AS akan segera mencapai puncaknya pada rencana rapat bank sentral mendatang bulan Mei. Harga emas global pun merangkak naik kembali ke atas level psikologis USD2000/ounce seiring US Dollar yang mulai melandai, sementara harga minyak dunia memulai pendakian di tengah data inflasi China bulan Maret yang masih kembali melemah ke level 0.7% yoy (lebih rendah dari February di 1%).
Para investor memasang mata lekat-lekat pada data Inflasi AS yang sedianya rilis nanti malam sekitar jam 19.30 WIB, di mana ekspektasi CPI (Mar.) bisa mendingin ke level 5.2% yoy (dari 6% di bulan sebelumnya); up to 5.6% yoy. Adapun PPI (Mar.) alias inflasi di tingkat produsen juga diharapkan bisa menjinak ke level 3% yoy (dari Feb. di 4.6%), yang mana datanya akan muncul hari Kamis besok. Market memperhitungkan 71.8% probabilitas The Fed akan menaikkan suku bunga 25 bps, menempatkannya pada range 5.0%-5.25% pada saat mereka merampungkan FOMC Meeting tanggal 3 Mei, seperti dilansir CME Group Fedwatch.
Di saat yang sama, market juga mengharapkan suku bunga bisa perlahan turun ke tingkat 4.394% pada akhir tahun seiring semakin nyatanya perlambatan ekonomi yang mengarah ke situasi resesi; walaupun pejabat Federal Reserve seringkali menegaskan bahwa mereka bersikeras untuk menyeret turun inflasi ke target 2%.
IMF memangkas pertumbuhan ekonomi global tahun 2023 menjadi 2.8% untuk 2023 dan naik ke 3% pada 2024 dengan pertimbangan tingkat suku bunga tinggi bisa mengendurkan aktivitas usaha, seraya memberi peringatan ancaman resesi sejak munculnya guncangan pada sistem keuangan.
US Dollar index mundur 0.322%, sementara futures harga Emas kembali ke singgasana USD2019/ounce. Inflasi China jatuh ke titik terendah 18 bulan seiring lemahnya permintaan, bahkan PPI (Mar.) mereka malah menunjukkan disinflasi ke tingkat -2.5% (dari -1.4% bulan sebelumnya).
Related News
Asyik! Emiten Ini Bakal Cum Date Dividen Awal Mei, Cek Jadwalnya
DSSA, CMNP, dan MEGA Ramaikan Saham Top Losers Pekan Ini
Telisik! Barisan Saham Top Gainers dalam Sepekan
IHSG Susut 2,42 Persen, Kapitalisasi Pasar Sisa Rp12.382 Triliun
Kemendag Minta Klarifikasi Traveloka Terkait Refund Pembatalan Tiket
Dubes China Dukung Perluasan Akseptasi QRIS di Negaranya





