EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah ke level 6.989,43 atau turun 0,53 persen pada perdagangan Senin, menembus kembali level psikologis 7.000. Tekanan pasar juga tercermin dari aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp623 miliar.

Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji, dalam keterangan tertulis, Selasa (7/4/2026) menilai IHSG saat ini masih berada dalam fase konsolidasi bearish. Ia memproyeksikan indeks berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support di kisaran 6.892 hingga 6.731.

Sementara itu, resistance terdekat berada di rentang 7.117 hingga 7.222. Selama IHSG belum mampu menembus area tersebut, tekanan jual dinilai masih akan mendominasi pergerakan indeks dalam jangka pendek.

Di tengah kondisi tersebut, peluang trading dinilai tetap terbuka secara selektif. Saham Barito Pacific Tbk disebut menunjukkan indikasi akumulasi, Elnusa Tbk (ELSA) berada dalam kondisi oversold, sementara Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPI) berada dalam fase bullish consolidation.

Secara makro, Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menilai pelemahan IHSG di bawah 7.000 yang terjadi bersamaan dengan rupiah di atas 17.000 mencerminkan meningkatnya sentimen risk-off di pasar domestik.

Ia memperingatkan tekanan pasar berpotensi berlanjut, terutama jika arus keluar dana asing meningkat ke kisaran Rp500 miliar hingga Rp1 triliun per hari.

Risiko eksternal seperti eskalasi geopolitik dan kenaikan harga minyak, serta tekanan fiskal akibat defisit APBN yang mencapai Rp240,1 triliun atau 0,9 persen PDB, turut membatasi ruang stabilisasi ekonomi.