EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,32 persen atau 24,43 poin ke level 7.645,81 pada awal perdagangan Jumat (17/4/2026). Selang 25 menit berjalan IHSG terpantau volatil dengan 0,5 persen kenaikan setara 37,87 poin di level 7.659,25.

Pergerakan indeks cenderung terbatas dengan 284 saham menguat, 55 melemah, dan 620 lainnya flat. Aktivitas transaksi masih relatif tipis dengan nilai Rp176,1 miliar dari 360,9 juta saham yang diperdagangkan, sementara kapitalisasi pasar tercatat naik menjadi Rp13.625 triliun.

Katalis eksternal datang dari pernyataan Donald Trump terkait rencana gencatan senjata yang akan dimulai pukul 17.00 waktu AS Timur. Ia juga menyebut akan mengundang Benjamin Netanyahu (Israel) dan Joseph Aoun (Lebanon) ke Gedung Putih untuk pembicaraan damai, yang meningkatkan optimisme pasar global.

Dalam catatannya Jumat (17/4/2026), Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pergerakan IHSG masih berada dalam fase sideways, meskipun terdapat perbaikan sentimen dari sisi sovereign rating. Tekanan masih datang dari aksi jual investor asing yang tercatat mencapai sekitar Rp982 miliar, terutama pada saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI.

Secara global, bursa saham utama tetap solid. Indeks DJIA menguat 0,24 persen, sementara FTSE100 naik 0,29 persen. Harga minyak WTI juga melonjak 3,72 persen ke level USD94,69 per barel, mengindikasikan meningkatnya ekspektasi permintaan energi.

Secara teknikal, analis Mirae Asset, Muhammad Nafan Aji, melihat potensi koreksi IHSG mulai mereda dengan area support di 7.590 dan 7.482, serta resistance di 7.779 hingga 7.847. Hal ini membuka peluang penguatan lanjutan dalam jangka pendek, meski tetap dibayangi tekanan eksternal seperti nilai tukar rupiah.

Sejumlah saham direkomendasikan dalam kondisi teknikal saat ini. Saham BBKP berada dalam fase bullish consolidation dengan target harga di Rp70 hingga Rp72.

Kemudian, saham EMAS melanjutkan tren naik dengan target Rp8.750 hingga Rp10.900. Sementara itu, PGEO juga menunjukkan pola bullish consolidation dengan target di kisaran Rp1.090 hingga Rp1.285. (*)