IHSG Naik Lagi ke Level 5.902, DSSA dan BRPT Dongkrak Penguatan
:
0
Seseorang melintas di depan monitor perdagangan saham di gedung BEI. Foto; EmitenNews
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup menguat pada perdagangan Rabu (10/6/2026). Berdasarkan data RTI Business, IHSG naik 155,728 poin atau 2,71% ke level 5.902,376.
Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di rentang 5.677,965 hingga 5.942,943, dengan 571 saham menguat, 148 saham melemah, dan 96 saham bergerak stagnan.
Aktivitas transaksi tercatat cukup ramai dengan volume perdagangan mencapai 46,67 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp31,727 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 3.105.115 kali transaksi, sementara market cap berada di level Rp10.367,617 triliun.
Pada jajaran top gainers, saham PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) memimpin penguatan dengan kenaikan 30,85% ke level Rp123. Posisi berikutnya ditempati PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS) yang naik 23,64% ke level Rp68.
Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 17,04% ke level Rp790 dengan nilai transaksi mencapai Rp1,4 triliun. Selain itu, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) menguat 13,73% ke Rp348 dan PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) naik 11,59% ke level Rp77.
Di sisi lain, saham PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) menjadi top loser setelah terkoreksi 14,69% ke level Rp122. Disusul PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yang turun 8,77% ke Rp2.600.
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga mengalami tekanan jual dengan penurunan 7,42% ke level Rp1.810. Meski melemah, nilai transaksi saham TPIA tercatat mencapai Rp3,3 triliun, menjadi salah satu yang terbesar di pasar.
Sementara itu, PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) turun 7,33% ke Rp177 dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) terkoreksi 7,02% ke level Rp530.
Di samping itu, saham-saham yang terafiliasi dengan Grup Barito terpantau ditutup bervariasi. Hanya dua saham yang mengalami penguatan, sementara sisanya ditutup di zona merah.
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi salah satu motor penggerak dengan kenaikan 6,02% ke level Rp1.760 dan nilai transaksi sekitar Rp1,2 triliun.
Related News
UKM Berkembang Positif, Sektor Produktif jadi Penopang Pertumbuhan
Usai Degradasi MSCI, Saham CPIN Dilepas Derivatif UBS London Rp11,4M
PTPP Restrukturisasi Utang Rp18T, Ada Opsi Bayar dari Hasil Divestasi
KLBF Buka Opsi Delisting EPMT Jika Tak Bisa Penuhi Free Float
Presdir ASBI Hastanto Mundur Usai Direktur Keuangan Dibebastugaskan
Punya Pabrik Baru, SMLE Bidik PT Sinarom Beroperasi Penuh di 2027





