IHSG Pagi Lanjutkan Reli 1 Persen
:
0
Potret monitor indeks perdagangan di Main Hall Arena BEI.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan pada awal perdagangan Rabu (15/4/2026), meski tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih membayangi sentimen pasar.
IHSG dibuka menguat 89,18 poin atau 1,16 persen ke level 7.765,13. Pergerakan indeks didominasi saham naik dengan 408 emiten menguat, 70 melemah, dan 481 saham stagnan.
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp692,7 miliar dengan volume 1,13 miliar saham dari 88.510 kali transaksi, sementara kapitalisasi pasar naik menjadi Rp13.852 triliun.
Secara global, indeks utama turut menunjukkan penguatan. Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,66 persen ke 48.535,99, sementara FTSE 100 menguat 0,25 persen ke 10.609,06. Di sisi lain, indeks ETF Indonesia di AS, EIDO, juga naik 1,61 persen ke 16,43.
Namun demikian, tekanan masih terlihat pada nilai tukar rupiah yang berada di kisaran Rp17.127 per dolar AS. Kondisi ini berbanding terbalik dengan tren penguatan mata uang global seperti euro dan pound sterling sepanjang April.
Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menilai reli IHSG saat ini masih rentan, meski mulai ditopang aliran dana asing.
“Investor asing perlahan mulai mencatatkan net buy, namun kami menilai reli saat ini masih rapuh selama tekanan terhadap Rupiah belum mereda,” ujar Rully.
Ia menambahkan, kenaikan IHSG dalam beberapa hari terakhir banyak didorong oleh saham-saham dengan karakteristik spekulatif seperti PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), meski saham perbankan besar juga ikut menguat seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI).
Menilik sisi transaksi investor asing, tercatat masih terjadi net sell sebesar Rp30,76 miliar. Adapun saham yang paling banyak dibeli asing antara lain BBCA, BBRI, EMAS, BMRI, dan BBNI. Sementara saham yang banyak dilepas asing meliputi BRMS, PTRO, BRPT, BUMI, dan TPIA.
Sementara itu, secara teknikal IHSG dinilai mulai mendekati area jenuh beli (overbought) dengan level support di 7.590 dan 7.482 serta resistance di 7.779 dan 7.847.
Sejumlah saham yang direkomendasikan Mirae Asset secara teknikal antara lain:
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – target harga Rp6.975 hingga Rp8.350, support di Rp6.550
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) – target harga Rp2.620 hingga Rp2.940, support di Rp2.400
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) – target harga Rp3.180 hingga Rp3.500, support di Rp3.060
IHSG diperkirakan Rully masih berpotensi melanjutkan penguatan terbatas, namun investor disarankan tetap mencermati risiko eksternal terutama pergerakan rupiah dan dinamika global. (*)
Related News
Wall Street Positif, IHSG Kian Kinclong
Resesi Global Mengintai, IHSG Terobos 7.800
IHSG Terus Melaju, Angkut BBNI, HRTA, NICL, dan TINS
Reli Berlanjut! IHSG Ditutup Melesat 2,34 Persen ke 7.675
Lindungi Pengemudi Ojol, TMI Gandeng United E-Motor
BTN Jakim 2026 Dongkrak Ekonomi Jakarta





