IHSG Potensi Koreksi, Investor Pilih Selektif
:
0
Seseorang berjalan melintas dengan latar layar menampilkan pergerakan IHSG. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street menyudahi perdagangan kemarin dengan melemah. Itu dipicu lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun yaitu 9 basis points (bps) menjadi 3.863 persen. Kondisi itu, seiring sikap selektif investor menjelang pidato gubernur The Fed Jerome Powell pada konferensi tahunan bank sentral Jackson Hole.
Lonjakan imbal hasil tersebut membuat sektor teknologi di S&P500 melemah hingga lebih dari dua persen. Nah, menyusul koreksi Wall Street, dan tempo suhu politik sedikit memanas diprediksi menjadi sentimen negatif pasar.
Sementara itu, lompatan beberapa harga komoditas, dan aksi beli investor asing terus berlanjut berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Oleh sebab itu, IHSG akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.445-7.400, dan resisten 7.530-7.575.
Menilik data dan fakta tersebut, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia sepanjang hari ini, Jumat, 23 Agustus 2024 menyarankan investor memboyong saham Adaro (ADRO), Amman (AMMN), United Tractors (UNTR), Barito Pacific (BRPT), Chandra Asri (TPIA), dan PGN (PGAS). (*)
Related News
Cek! Top Losers Sepekan, ALDO hingga MSIN
Top Gainers Sepekan, TRUK Memimpin Disusul WMUU hingga TOBA
IHSG Sepekan Bangkit 4,90 Persen, Market Cap Rp9.583 Triliun
9 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Dominan!
Inisiatif dan Aktif, MKTR Tanggulangi Karhutla Wilayah Operasional
IHSG Lanjut Melesat ke 5.439,25, Saham TOBA Naik Paling Tinggi!





