IHSG Rawan Koreksi, Angkut Saham ANTM, TOBA, dan HRTA
:
0
Suasana penutupan perdagangan IHSG edisi 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi sebesar 0,46 persen menjadi 8.951. Transaksi perdagangan masih didominasi tekanan jual. Oleh karena itu, posisi indeks saat ini masih rawan mengalami koreksi lanjutan.
Sepanjang perdagangan hari ini, Senin, 26 Januari 2026, indeks akan menyusuri area support 8.852-8.816, dan posisi resistance 9.039-9.120. Berdasar data itu, MNC Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham unggulan sebagai jujukan investasi.
Yaitu, Aneka Tambang alias Antam (ANTM) Rp4.200-4.280 per helai dengan proyeksi Rp4.440-4.580 per lembar, dan stop loss Rp4.200. GTS Internasional (GTSI) speculative buy Rp318-338, target price Rp394-418 per lembar, dan stop loss Rp294 per eksemplar.
Hartadinata Abadi (HRTA) buy on weakness Rp2.130-2.300 per helai dengan proyeksi Rp2.490-2.720 per saham, dan stop loss Rp2.050. TBS Energi (TOBA) buy on weakness Rp745-795 per helai dengan target Rp925-1.040 per lembar, dan stop loss Rp710 per eksemplar. (*)
Related News
Wartawan Foto Adu Jitu di Balik Lensa dan Joran
Daftar Top Losers Sepekan, Cek Saham Apa Saja
Daftar Saham Top Gainers Sepekan, BACH Pimpin Klasemen
IHSG Menguat Tipis 0,64 Persen Sepekan, Asing Net Buy Rp7,1 Triliun
Tren Diversifikasi Aset Digital di Tengah Pemulihan Pasar Kripto
Akhiri Juli IHSG Melesat ke 6.236, Dua Saham Bakrie Volume Teraktif





