EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil membalikkan arah dan ditutup menguat pada perdagangan sesi I, Kamis (12/3/2026). Setelah sempat tertekan di awal perdagangan, indeks akhirnya menguat didorong oleh penguatan saham perbankan dan batu bara.

Pada penutupan sesi I, IHSG naik 0,53 persen atau bertambah 39,378 poin ke level 7.428,777. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak di rentang 7.323 hingga 7.434, setelah dibuka pada posisi 7.389. 

Penguatan IHSG didorong oleh kinerja sejumlah indeks sektoral yang bergerak positif. IDXENERGY memimpin kenaikan dengan penguatan 0,99 persen, diikuti IDXNONCYC yang naik 0,84 persen dan IDXTECHNO yang menguat 0,73 persen. Sementara itu sektor IDXTRANS naik 0,34 persen dan IDXFINANCE bertambah 0,28 persen.

Kemudian, beberapa sektor masih berada di zona merah. IDXBASIC turun 0,90 persen, IDXPROPERTY melemah 0,75 persen, IDXCYCLICAL terkoreksi 0,19 persen, IDXINFRA turun 0,15 persen, IDXINDUSTRY melemah 0,05 persen, dan IDXHEALTH terkoreksi tipis 0,02 persen.

Kenaikan IHSG pada sesi ini terutama ditopang oleh penguatan saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan yang tengah semarak menunggu hasil dividen tahunannya dan juga sektor energi batu bara yang booming imbas adanya perang. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 2,93 persen ke level 7.025, sementara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menguat sekitar 1,4 persen.

Dari sektor energi, saham batu bara seperti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) melesat sekitar 6,2 persen dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) naik sekitar 4,7 persen, turut mengangkat sentimen pasar.

Berdasarkan pergerakan saham utama, penguatan indeks juga didorong oleh lonjakan saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) yang naik 6,34 persen ke level Rp218.000, serta PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang menguat 3,94 persen ke posisi Rp5.925.

Di sisi lain, tekanan terhadap indeks datang dari saham seperti PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang turun 3,44 persen ke level Rp1.260, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang melemah 2,50 persen ke Rp6.800, serta PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang turun 1,70 persen ke level Rp1.445.

Nilai transaksi pada sesi I tercatat sekitar Rp6,3 triliun, Tercatat 272 saham menguat, 376 saham melemah, dan sisanya bergerak stagnan. Sementara nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.910 per dolar AS, menguat sekitar 0,37 persen.