IHSG Sesi I (13/1) Ditutup Konstan, Sempat Tergelincir Akhir Sesi
Main Hall perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi pertama Selasa (13/1/2026) nyaris tak bergerak alias konstan di level 8.884,62 atau turun tipis 0,10 poin setara 0,00 persen. Sepanjang paruh pertama perdagangan, IHSG sempat bergerak fluktuatif di kisaran 8.867 hingga 8.956 sebelum kehilangan momentum di menit-menit akhir sesi.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), total volume transaksi pada sesi I mencapai 39,44 miliar saham dengan nilai transaksi Rp19,31 triliun dan frekuensi 2.361.375 kali. Dari sisi pergerakan saham, tercatat 359 saham menguat, 313 saham melemah, dan 132 saham bergerak stagnan.
Tekanan terhadap IHSG datang dari pelemahan saham-saham lapis kedua yang menjadi pemberat utama indeks. Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) turun 7,59 persen, disusul PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MSKY) yang melemah 6,90 persen, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 5,04 persen, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) terkoreksi 3,57 persen. Pelemahan saham-saham tersebut menahan laju indeks meski tekanan jual tidak merata.
Saham-saham berkapitalisasi besar justru menjadi penopang IHSG. PT Astra International Tbk (ASII) memimpin penguatan dengan naik 3,21 persen, diikuti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang menguat 2,84 persen, serta PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang naik 1,46 persen. Kenaikan saham-saham blue chip ini ibarat menahan koreksi IHSG agar tidak lebih dalam.
Dari sisi sektoral, IDX Industrial (IDXINDUSTRY) mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,53 persen, disusul IDX Trans (IDXTRANS) yang masih menguat 0,66 persen dan IDX Non-Cyclical (IDXNONCYC) naik 0,65 persen.
Sebaliknya, tekanan terbesar datang dari IDX Cyclical (IDXCYC) yang turun 1,90 persen dan IDX Energy (IDXENERGY) yang melemah 1,17 persen. (*)
Related News
IHSG Turun Tipis ke 8.265, Tujuh Sektor Masuk Zona Merah
Raih Izin Bank Indonesia, JFX Perkuat Fondasi Pasar Derivatif Nasional
IHSG Sesi I (12/2) Drop 0,38 Persen ke 8.259, Saham Konglo Ambruk!
Kopdes Merah Putih Didorong Jadi Agen Resmi Produk Pertamina
Stok Beras Ditargetkan Tembus 4 Juta Ton Pada Maret 2024
Tumbuh 5,30 Persen, Industri Mamin Penopang Utama Sektor IPNM





