EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka cenderung sideways pada awal perdagangan Jumat (24/4/2026), namun tak berselang lama IHSG menyusuri gerak di zona merah.

Indeks komposit tercatat turun 0,53 poin atau 0,01 persen ke level 7.378,07, dan dalam lima menit pertama sempat melemah lebih dalam hingga 0,81 persen ke posisi 7.319,17. Koreksi ini memperpanjang tren pelemahan IHSG yang telah berlangsung selama lima hari berturut-turut.

Aktivitas perdagangan pagi ini menunjukkan pergerakan yang relatif aktif dengan 210 saham menguat, 119 saham melemah, dan 312 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp268,75 miliar dengan volume 375,06 juta saham dalam 43.687 kali transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat Rp13.216 triliun.

Menurut riset Mirae Asset Sekuritas pada Jumat (24/4) tekanan terhadap pasar masih dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang kembali menyentuh level Rp17.295 per dolar AS.

Kondisi ini mencerminkan meningkatnya risk-off global serta kenaikan premi risiko domestik, meskipun secara relatif pelemahan rupiah masih lebih baik dibandingkan beberapa mata uang emerging markets lainnya.

Tim riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pelemahan rupiah tidak semata mengindikasikan krisis kebijakan, melainkan kombinasi tekanan global dan dinamika domestik. Sejumlah faktor seperti ketidakpastian geopolitik, pergerakan harga energi, hingga arus keluar dana asing turut membentuk sentimen pasar saat ini.

Sebagai penutup, secara teknikal IHSG masih berada dalam fase koreksi dinilai wajar. Mirae Asset mencatat level support berada di kisaran 7.346 hingga 7.244, sementara resistance berada di rentang 7.447 hingga 7.591.

Beberapa saham direkomendasikan secara teknikal antara lain ASII dengan target harga hingga 7.900, SOCI dengan target 630, serta TKIM berpotensi menuju level 10.450. (*)