EmitenNews.com -Perusahaan televisi milik Hary Tanoesoedibjo PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) meraih laba yang bisa diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 746,19 miliar pada paruh pertama tahun 2023. Laba MNCN turun 37,81% dari sebelumnya Rp 1,20 triliun.

 

Merujuk data laporan keuangan MNCN yang di kutip, Kamis (3/8/2023) disebutkan, penurunan laba tersebut seiring dengan berkurangnya pendapatan sebanyak 16% yoy menjadi Rp 4,45 triliun. Dalam keterbukaan informasinya, MNCN menyebutkan penurunan tersebut disebabkan oleh dampak berkelanjutan dari implementasi  analog switch-off  (ASO) di Indonesia dan belanja iklan yang melunak di H1-2023.

 

Lebih rinci, pendapatan iklan perusahaan untuk semester 2023 berjumlah Rp3,89 triliun, turun 18% yoy.

 

"Penurunan pendapatan iklan terutama disebabkan oleh penurunan iklan non-digital selama periode ini. Namun, Perseroan masih memimpin pangsa pasar belanja iklan FTA dengan 46,1%," ungkap manajemen MNCN.

 

Di sisi lain, pendapatan digital MNCN mengalami pertumbuhan 1% yoy, mencapai Rp1,35triliunpada semester I 2023. Pendapatan non-digital turun 26% yoyo menjadi Rp2.54 triliun.

 

Selain itu, pendapatan dari konten dan kekayaan intelektual (IP) ikut turun sebesar 13% yoyo menjadi Rp 728 miliar. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh berkurangnya pasokan konten dari anak perusahaan MNCN, MSIN, setelah implementasi ASO, dan ini mengakibatkan berkurangnya slot konten untuk MSIN.

 

"Kami tidak dapat mengabaikan fakta bahwa  analog switch off  berdampak besar pada stasiun TVnya.," ujar Hary Tanoesoedibjo dalam keterangan resmi.

 

Sebagai informasi, MNCN membukukan beban langsung sebesar Rp2,29 triliun, atau turun 0,75% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

 

Di sisi lain, aset MNCN tercatat naik 0,07% menjadi Rp 22,43 triliun pada paruh pertama tahun ini dibanding Desember 2022. Kenaikan tersebut diikuti liabilitas yang tercatat sebesar Rp 1,69 triliun, dan ekuitas Rp 20,74 triliun.