EmitenNews.com - Pelat Timah Nusantara alias Latinusa (NIKL) sepanjang 2025 mengemas laba USD973,38 ribu. Meroket 5.263 persen dari episode sama tahun sebelumnya tekor USD18,85 ribu. Dengan demikian, laba per saham emiten asuhan Krakatau Steel tersebut menjadi surplus USD0,00039 dari minus USD0,00001. 

Penjualan terkumpul USD139,82 juta, melorot 10,21 persen dari sebelumnya USD155,72 juta. Beban pokok penjualan USD131,71 juta, mengalami penyusutan dari edisi sama akhir 2024 sebesar USD146,33 juta. Laba kotor tercatat USD8,1 juta, mengalami perosotan dari akhir tahun sebelumnya USD9,39 juta. 

Beban penjualan dan distribusi USD2,71 juta, turun dari USD3,48 juta. Beban administrasi USD2,52 juta, ciut dari USD2,75 juta. Biaya keuangan USD2,58 juta, turun dari USD3,48 juta. Rugi selisih kurs USD558,95 ribu, berkurang dari USD1,54 juta. Penjualan scrap USD970,46 ribu, susut dari USD1,42 juta. 

Pendapatan lain-lain USD722,04 ribu, turun dari USD792,44 ribu. Pendapatan keuangan USD94,9 ribu, menciut dari USD129,24 ribu. Beban lain-lain USD91,01 ribu, berkurang dari USD152,21 ribu. Laba sebelum beban pajak penghasilan USD1,42 juta, meroket dari USD308,7 ribu. 

Jumlah ekuitas terakumulasi USD56,87 juta, naik tipis dari akhir 2024 sebesar USD55,84 juta. Total liabilitas USD63,38 juta, berkurang dari akhir tahun sebelumnya USD79,41 juta. Jumlah aset USD120,26 juta, mengalami penyusutan dari episode akhir tahun sebelumnya USD135,26 juta. (*)