EmitenNews.com - Matra Tri Abadi, pemegang saham pengendali Folago Global Nusantara (IRSX), baru melakukan aksi korporasi yang mencuri perhatian pasar. Sang pengendali itu, mempertegas komitmen terhadap masa depan perusahaan dengan menambah porsi kepemilikan saham dalam jumlah signifikan.

Aksi beli tersebut berupa pemborongan 129.673.000 lembar. Transaksi itu, dieksekusi pada harga Rp500 per lembar senilai Rp64,83 miliar. Usai pembelian itu, kepemilikan Matra Tri Abadi atas saham IRSX naik menjadi 56,98 persen dibanding sebelumnya 54,88 persen.

Secara kebiasaan di pasar modal, langkah strategis ini bisa dilihat sebagai sinyal bullish kuat. Kala pemegang saham pengendali menyuntikkan dana segar dalam skala besar, hal tersebut mencerminkan optimisme mendalam terhadap nilai intrinsik, dan potensi pertumbuhan IRSX di masa mendatang.

Berdasar data perdagangan Selasa, 10 Februari 2025, saham IRSX menguat 6,80 persen setara 35 poin ke level Rp550 per lembar, level tertinggi di perdagangan kemarin Rp560. Level terendah saham IRSX sepanjang tahun 2026 di level Rp422 per saham pada 3 Februari 2026.

Penambahan kepemilikan Matra Tri Abadi tidak sekadar transaksi rutin, melainkan sebuah pesan kepada pasar bahwa manajemen memiliki keyakinan penuh atas strategi bisnis yang tengah dijalankan IRSX. Secara psikologis, aksi insider buying seperti itu, sering kali menjadi katalis positif bagi pergerakan harga saham di bursa, karena menunjukkan orang dalam melihat harga saat ini masih sangat menarik dibanding dengan nilai masa depan perusahaan. 

Dengan posisi pengendalian makin solid, sinergi dan arah kebijakan strategis IRSX diharap makin kokoh, dan menguntungkan bagi seluruh pemegang saham. Seperti diketahui, Folago berencana melakukan right issue maksimal 12,39 miliar saham dengan nominal Rp15 per helai. Pengeluaran saham baru itu setara 66,67 persen dari modal ditempatkan, dan disetor penuh.

Setiap pemegang 1 saham lama dengan nama tercatat sebagai pemegang saham edisi 18 Februari 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas 2 HMETD. Di mana, 1 HMETD memberi hak kepada pemegang membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp300 per lembar. Dengan skema harga itu, perseroan akan merengkuh dana segar Rp3,717 triliun.

Berdasar prospektus, jadwal indikatif right issue perseroan sebagai berikut. Tanggal efektif 25 Februari 2026. Cum HMETD pasar reguler & negosiasi 5 Maret 2026. Recording date (DPS berhak) 9 Maret 2026. Periode perdagangan & pelaksanaan HMETD 11-17 Maret 2026. Penjatahan saham tambahan 26 Maret 2026. (*)